Jika pada penyelenggaraan sebelumnya sertifikat ditandatangani langsung oleh Menteri Kebudayaan, pada edisi terbaru penandatanganan berada di tingkat direktorat.
Menurut Prof. Tati, sertifikat bukan sekadar dokumen administratif, tetapi memiliki nilai simbolik dan akademik, khususnya bagi peserta dan juri dari kalangan perguruan tinggi.
“Keterlibatan akademisi nasional membutuhkan pengakuan yang sepadan. Sertifikat menjadi salah satu bentuk legitimasi negara terhadap kerja-kerja kebudayaan dan akademik,” jelasnya.
Ruang kolaborasi negara dan masyarakat adat
Meski diselenggarakan secara mandiri oleh lembaga adat, Festival Galuh Pakuan Cup justru memperlihatkan kuatnya kapasitas masyarakat dalam memajukan kebudayaan.
Baca Juga: Gelondongan kayu raksasa terdampar di Aceh Tamiang usai banjir bandang, warganet heboh
Hal ini dinilai sebagai peluang kolaborasi strategis antara negara, akademisi, dan komunitas adat.
Prof. Tati menekankan bahwa festival semacam ini dapat menjadi model ideal pemajuan kebudayaan berbasis komunitas dengan dukungan kebijakan yang konsisten.
“Ketika masyarakat mampu menghadirkan kegiatan berkualitas nasional, negara perlu hadir sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton,” katanya.
Festival Galuh Pakuan Cup Seri IX pun kini dipandang sebagai cermin kekuatan masyarakat budaya sekaligus momentum evaluasi arah kebijakan kebudayaan nasional, agar pengakuan dan dukungan sejalan dengan kualitas dan dampak yang dihasilkan.***
Artikel Terkait
Festival spektakuler Sawindu Galuh Pakuan Cup Seri VIII resmi dibuka di Kabupaten Subang
Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri VIII, 10 peserta masuk jadi finalis kategori tunggal senior
Ikuti Festival Jaipong Kreasi Galuh Pakuan Cup Seri VIII, kedua peserta dari Bandung ini optimis bisa juara
Hidupkan roda ekonomi, seperti ini kata para pedagang dengan adanya Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang
Ingin lanjutkan sekolah, penari cilik dari Tasikmalaya bercita-cita ingin jadi juara pada Festival Galuh Pakuan di Kabupaten Subang
Talkshow internasional 'Telling China’s Story' digelar di UPI, Raja Galuh Pakuan jadi pembicara utama
Festival Galuh Pakuan Cup IX tarik ribuan peserta, jadi magnet ekonomi budaya Subang