Ia menduga, bila tidak terjadi krisis dan pergantian kekuasaan secara drastis, program ini mungkin akan berlanjut hingga sekarang.
“Kalau enggak ada penggulingan kekuasaan, mungkin program ini sudah jalan terus,” pungkasnya.
Baca Juga: Ratusan peserta ramaikan IFG Synergy Day 2025, wujudkan kolaborasi dan kepedulian lintas sektor
Warisan gagasan lama dalam format baru
PMTAS pada masa Orde Baru dikenal sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi anak sekolah dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar.
Program ini digerakkan melalui kerja sama lintas lembaga dan organisasi masyarakat guna mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dijalankan pemerintahan Prabowo juga memiliki sasaran serupa, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia.
Meski lahir dalam konteks sosial dan ekonomi yang berbeda, Hasan menilai perbandingan keduanya memperlihatkan kontinuitas gagasan pemerintah dalam memastikan gizi dan pendidikan anak bangsa tetap terjaga.***