Ia menduga, bila tidak terjadi krisis dan pergantian kekuasaan secara drastis, program ini mungkin akan berlanjut hingga sekarang.
“Kalau enggak ada penggulingan kekuasaan, mungkin program ini sudah jalan terus,” pungkasnya.
Baca Juga: Ratusan peserta ramaikan IFG Synergy Day 2025, wujudkan kolaborasi dan kepedulian lintas sektor
Warisan gagasan lama dalam format baru
PMTAS pada masa Orde Baru dikenal sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi anak sekolah dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar.
Program ini digerakkan melalui kerja sama lintas lembaga dan organisasi masyarakat guna mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini dijalankan pemerintahan Prabowo juga memiliki sasaran serupa, yakni menyediakan makanan bergizi bagi anak sekolah, ibu hamil, dan balita di seluruh Indonesia.
Meski lahir dalam konteks sosial dan ekonomi yang berbeda, Hasan menilai perbandingan keduanya memperlihatkan kontinuitas gagasan pemerintah dalam memastikan gizi dan pendidikan anak bangsa tetap terjaga.***
Artikel Terkait
Beberapa negara terlibat peperangan, Hasan Nasbi ungkit lagi ucapan Prabowo saat kampanye Pemilu 2019: Perang makin dekat ke negara kita
Bicara soal perang di negara lain, Hasan Nasbi ungkap ada dampak yang dirasakan Indonesia: Kehidupan kita dan dunia pasti terganggu
Hasan Nasbi resmi diganti, kilas balik polemik mundurnya dari jabatan Kepala PCO
Menapaki karier Hasan Nasbi, dari jurnalis hingga duduk di kursi komisaris Pertamina
Hasan Nasbi ajak masyarakat nilai jasa dan dosa Soeharto secara adil: Dia layak jadi pahlawan, tapi bukan tanpa kesalahan
Polisi gerebek ruko di Jakarta Utara, diduga edarkan nampan MBG palsu berlabel SNI dan 'Made in Indonesia'
Zulhas sebut program MBG bisa naikkan IQ dan cerdaskan masyarakat Indonesia