karir-bisnis

Indonesia bisa satu kategori dengan Zimbabwe dan Palestina jika usulan MSCI berlaku

Senin, 19 Oktober 2026 | 00:51 WIB
Pasar saham Indonesia berpotensi masuk kategori yang sama dengan Argentina, Nigeria, hingga Zimbabwe dalam klasifikasi MSCI (Ilustrasi oleh Gerd Altmann via Pixabay)

Meski mengakui adanya langkah reformasi, MSCI menyatakan investor institusional masih membutuhkan penerapan aturan yang konsisten serta bukti bahwa perbaikan tersebut memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Baca Juga: Pelaku UMK jual produk lokal di E-Commerce dapat diskon biaya 50 persen, begini cara daftarnya

MSCI juga menilai pemindahan Indonesia ke kategori Frontier Market belum cukup mencerminkan persoalan yang ditemukan.

Karena itu, konsultasi yang dibuka diarahkan pada kemungkinan perubahan ke kategori Standalone Market.

Keputusan akhir ditargetkan Juni 2027

MSCI menetapkan 30 April 2027 sebagai batas akhir penerimaan masukan dari pelaku pasar. Keputusan mengenai usulan reklasifikasi Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

MSCI menyatakan akan melanjutkan usulan tersebut, kecuali konsultasi menghasilkan bukti jelas mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar yang dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan kembali rencana itu.

Baca Juga: Demo Prancis berujung penjarahan toko, merek mewah hingga Apple ikut disorot

Dengan demikian, Indonesia masih memiliki waktu untuk menunjukkan perkembangan reformasi pasar saham sebelum keputusan final diumumkan.

Perhatian investor kini tertuju pada transparansi kepemilikan saham, konsistensi penegakan aturan, serta pelaksanaan reformasi yang menjadi bagian dari evaluasi MSCI.

Hasil konsultasi tersebut akan menentukan apakah klasifikasi pasar saham Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Market atau berubah menjadi Standalone Market.***

 

Halaman:

Tags

Terkini