karir-bisnis

Bursa Indonesia belum menyamai Malaysia, transparansi masih jadi sorotan FTSE

Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:26 WIB
Satu kegiatan di lantai Bursa Efek Indonesia. Vietnam kini sejajar dengan Indonesia dalam klasifikasi pasar saham FTSE Russell setelah naik dari kategori (IDX)

GENMILENIAL.ID - Bursa Indonesia masih berada satu tingkat di bawah Malaysia dalam klasifikasi pasar saham FTSE Russell.

Indonesia masuk kategori Secondary Emerging, sedangkan Malaysia berada di Advanced Emerging dan Singapura telah masuk kelompok Developed atau pasar maju.

Posisi tersebut tercantum dalam laporan FTSE Equity Country Classification September 2026 Annual Announcement yang diterbitkan FTSE Russell pada 6 Oktober 2026.

Klasifikasi FTSE Russell tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai perkembangan pasar saham di berbagai negara berdasarkan sejumlah kriteria pasar modal.

Baca Juga: Temuan MK soal ijazah Gibran bisa berujung pemakzulan? Ini analisis Prof Uceng

Namun, pengelompokan ini bukan peringkat ukuran ekonomi suatu negara ataupun ukuran keuntungan investasi.

Posisi bursa Indonesia di bawah Malaysia dan Singapura

FTSE Russell membagi pasar saham ke dalam empat kategori, yakni Developed, Advanced Emerging, Secondary Emerging, dan Frontier.

Dalam klasifikasi terbaru, Singapura berada dua tingkat di atas Indonesia.

Negara tersebut masuk kategori Developed bersama sejumlah pasar besar seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi tak mau AMDAL data center AI Jatiluhur asal-asalan, pakar ITB-UI dilibatkan

Malaysia berada satu tingkat lebih tinggi dari Indonesia karena masuk kategori Advanced Emerging. Malaysia berada satu kelompok dengan Thailand, Taiwan, Brasil, Meksiko, dan Afrika Selatan.

Sementara itu, Indonesia berada di kategori Secondary Emerging bersama Filipina dan Vietnam. China dan India juga tercatat dalam kelompok yang sama.

Posisi Indonesia tersebut masih sama dengan klasifikasi sebelumnya.

Halaman:

Tags

Terkini