Prabowo: Saya nggak terlalu takut sama pasar modal, Indonesia punya kekuatan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Selasa, 8 April 2025 | 19:53 WIB
Presiden Prabowo saat konferensi pers di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo saat konferensi pers di Istana Merdeka, Senin, 17 Februari 2025 (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

GENMILENIAL.ID - Indonesia sempat dibuat kalang kabut saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada 18 Maret 2025.

Di momen tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan harus membekukan perdagangan bursa sementera atau yang disebut dengan trading halt.

Pembekuan bursa tersebut setelah indeks IHSG merosot hingga 5 persen.

Merespon turunnya pasar modal, Presiden Prabowo blak-blakan mengungkapkan tak takut dan optimis dengan kekuatan Indonesia.

Baca Juga: Indonesia U-17 masuk Piala Dunia Qatar 2025, ini daftar negara yang sudah lolos dari Afrika hingga Eropa

“Pasar modal itu adalah pasar ya pasar saham itu dipengaruhi oleh mekanisme pasar, kadang-kadang naik, kadang-kadang turun, iya kan?” ujar Prabowo, mengutip dari interview bersama 7 pemimpin media massa nasional di Hambalang yang diunggah di kanal YouTube Najwa Shihab pada Senin, 7 April 2025.

“Orang yang masuk pasar saham dia itu cari untung secepat-cepatnya,” tambahnya.

“Ini kalau kita bedakan dengan direct investment bedanya adalah saham cari untung cepat kalau ini, direct investment, dia punya rencana ‘saya bikin pabrik, bahan bakunya ini’,” ucap Prabowo lagi.

“Bahan baku bauksit lah, nikel lah, bahan baku batu bara lah. Ini bahan baku, ini pabrik, ini distribusi, marketing, ini untung saya 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun. Jadi kita bedakan,” jelasnya menambahkan.

Baca Juga: Prabowo beberkan alasan RUU TNI dikebut untuk disahkan, tolak mentah-mentah tudingan rencana kembalikan dwifungsi

Prabowo kemudian mengklaim kalau Indonesia memiliki fundamental yang kuat.

Ia mengatakan bahwa apa yang terjadi di pasar saham, kemudian akan melakukan investasi.

“Orang selalu bicara kalau pasar saham jatuh, kalau pasar saham naik orang diem, iya kan?” tambahnya.

“Waktu sempat beberapa hari yang lalu kan turun ‘wow wow wo,’ ya kan, ekonomi Indonesia kacau, gelap, Prabowo gagal blablabla,’ begitu beberapa hari naik lagi diam nggak ada yang komentar,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Sumber: Youtube Najwa Shihab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X