Arah penggunaan dana hasil divestasi Kestrel Coal Group kini menjadi bagian dari strategi Grup Adaro dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Dana sekitar Rp12,6 triliun tersebut tidak hanya menjadi tambahan kas perusahaan.
Grup Adaro juga mengalokasikannya untuk pengembangan bisnis di dalam negeri, pembayaran dividen, serta pelunasan sebagian pinjaman grup.
Baca Juga: Indonesia juara ASEAN Cup, evolusi taktik John Herdman disorot
Bagi Boy Thohir, membawa kembali modal dari Australia ke Indonesia berkaitan dengan pandangannya mengenai keberadaan bisnis yang dibangun di Tanah Air.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya Grup Adaro mengarahkan kembali hasil investasi untuk memperbesar aktivitas usaha di Indonesia.
Di saat yang sama, langkah itu juga dikaitkan dengan upaya membangun bisnis, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi di dalam negeri.***