Telisik geliat RI bangun bank emas, begini kata Menteri BUMN Erick Thohir hingga pegadaian jadi 'bullion' pertama di tanah air

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 12 Februari 2025 | 16:04 WIB
Ilustrasi tabungan emas melalui Bullion Bank atau Bank Emas yang tengah dibangun pemerintahan RI di Indonesia (Unsplash.com/@Sabrianna)
Ilustrasi tabungan emas melalui Bullion Bank atau Bank Emas yang tengah dibangun pemerintahan RI di Indonesia (Unsplash.com/@Sabrianna)

GENMILENIAL.ID - Pemerintah RI berencana menyelenggarakan bisnis baru, yakni bullion bank atau bank emasOtoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan alasan penyelenggaraan kegiatan usaha baru itu seraya menyebut potensi emas yang ada di Indonesia.

Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Ahmad Nasrullah menyoroti penyelenggaraan kegiatan usaha bank emas itu untuk mengoptimalkan potensi emas di Tanah Air.

"Khususnya yang masih disimpan di brankas mungkin tidak di bawah bantal akan dioptimalkan melalui skema salah satunya," ujar Ahmad kepada awak media dalam acara 'Seminar Bullion Financial Services in Indonesia' di JCC Senayan, Jakarta, pada Selasa, 11 Februari 2025.

Baca Juga: Telisik kasus dugaan korupsi minyak mentah yang seret Kementerian ESDM, Kejagung: Alih-alih penuhi kebutuhan minyak malah ekspor-impor

Lantas, mengapa pembangunan bank emas dianggap OJK sebagai objek yang potensial dan bagaimana langkah Pemerintah RI terkait hal ini? Berikut ulasan selengkapnya.

1. Dorong hilirisasi pertambangan hingga ritel

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad menuturkan usaha bullion dapat mendorong hilirisasi di sektor pertambangan, manufaktur, hingga ritel. 

Ahmad menjelaskan, usaha bullion dapat mendorong keseluruhan ekosistem di Indonesia, mulai dari pengusaha hingga pengguna terakhir. Salah satunya, melalui pembiayaan di sektor-sektor yang digenjot untuk hilirisasi.

"Contohnya lagi kita mungkin nanti dalam kapasitas OJK sebagai pengawas, ini bisa mendorong financing untuk mendukung ekosistem yang ada," terang Ahmad. 

Baca Juga: Proses identifikasi korban meninggal dalam kasus penembakan 5 WNI di Malaysia selesai, jenazah akan segera dipulangkan ke Sumatera Utara

"Mungkin pembiayaan kepada refiners-nya, pembiayaan kepada manufacturer-nya dan segala macam. Nah ini jadi yang kami bayangkan," lanjutnya.

2. OJK: Usaha bullion perlu belasan tahun

Ahmad juga mengatakan usaha bullion memerlukan belasan tahun agar menjadikan kegiatan usaha itu menjadi kegiatan bisnis utama. 

Kepala Departemen di OJK itu juga menilai usaha bullion di Turki dan India yang terbukti suksus di dunia perbankan internasional

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X