GENMILENIAL.ID – Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) bergerak terbatas pada perdagangan Kamis, 17 September 2026, setelah sebelumnya mengalami tekanan tajam menyusul mencuatnya kasus dugaan suap terkait pengurusan hak guna bangunan (HGB).
Pada perdagangan tersebut, saham SMRA dibuka di level Rp288, sama dengan harga penutupan perdagangan sebelumnya.
Saham sempat menguat hingga Rp294 sebelum kembali berada di level Rp288 pada pukul 09.29 WIB.
Berdasarkan data Investing.com yang diakses pada hari yang sama, harga saham SMRA kemudian berada di level Rp290. Posisi tersebut menunjukkan penguatan Rp2 atau sekitar 0,69 persen.
Baca Juga: Setelah CCTV viral, pria yang tendang wanita di Senayan City ditangkap polisi
Pergerakan tersebut memperlihatkan adanya upaya rebound pada saham SMRA. Namun, penguatan masih terbatas dan belum mampu mengembalikan harga saham ke level sebelum tekanan akibat mencuatnya kasus hukum.
Saham SMRA sempat menguat intraday
Pergerakan terbatas juga terlihat pada perdagangan sehari sebelumnya, Rabu, 16 September 2026.
Saat itu, saham SMRA sempat bergerak hingga Rp304. Pada penutupan sesi pertama, harganya berada di level Rp296 sebelum akhirnya kembali ditutup stagnan pada Rp288.
Pergerakan harga tersebut menunjukkan saham SMRA masih mengalami volatilitas setelah penurunan tajam yang terjadi pada awal pekan.
Baca Juga: Sorotan khusus: Kalimantan dilanda karhutla, truk kayu gelondongan dilaporkan masih berkeliaran
Kondisi ini menjadi perhatian karena saham perusahaan properti tersebut mengalami tekanan besar setelah mencuatnya kasus dugaan suap yang berkaitan dengan pengurusan HGB.
Di tengah pergerakan harga yang masih terbatas, investor dan pelaku pasar juga dapat mencermati berbagai indikator teknikal yang tersedia untuk melihat pola pergerakan saham SMRA.
Indikator teknikal masih 'Sangat Jual'