GENMILENIAL.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menjadi sorotan setelah beredar isu mengenai pengadaan LED yang disebut memiliki nilai total mencapai Rp535,3 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredar unggahan yang mencantumkan sejumlah paket pengadaan LED yang dikaitkan dengan lembaga penata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.
Dalam unggahan Instagram @perspektiv.idn pada Kamis, 3 September 2026, total nilai paket pengadaan LED disebut mencapai Rp535,3 miliar.
Nilai tersebut kemudian dibandingkan dengan angka sekitar Rp480 miliar yang disebut sebagai harga satu unit pesawat pemadam kebakaran.
"Harga LED BGN Rp535,3 miliar, harga pesawat pemadam kebakaran Rp480 miliar," tulis keterangan dalam unggahan tersebut.
Perbandingan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai prioritas penggunaan anggaran negara, terlebih persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Namun, angka Rp535,3 miliar yang beredar tersebut masih berupa informasi atau spekulasi di media sosial.
Baca Juga: Imbas TPA Putri Cempo Solo yang terbakar hebat, warga 1 RT kini dievakuasi usai terpapar asap pekat
Karena itu, angka tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai bukti pemborosan ataupun penyimpangan yang dilakukan BGN.
9 Penyedia disebut mendapat paket
Berdasarkan informasi yang beredar, pengadaan LED tersebut disebut terbagi kepada sembilan pihak penyedia.
Tiga Bersaudara Nusantara disebut memperoleh paket sekitar Rp73,9 miliar. Kemudian Nusa Persada Khatulistiwa sekitar Rp73,8 miliar dan Makmur Sumber Redjeki sekitar Rp73,9 miliar.
Selanjutnya, terdapat Rthree Global Persada dengan nilai sekitar Rp73,7 miliar, Maju Negeri Perkasa sekitar Rp73,6 miliar, serta Intan Paulima sekitar Rp73,6 miliar.