Kondisi tersebut kemudian mendorong manajemen mempercepat perubahan sistem pembayaran.
Baca Juga: Protes harga telur anjlok, rombongan peternak DIY sebar 1.600 ayam afkir dengan sukarela ke warga
Bagi perusahaan, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan kemudahan transaksi, tetapi juga menyangkut efisiensi serta upaya menekan potensi kecurangan dalam proses pembayaran.
“Kami pun bersepakat mendorong perubahan perilaku bayar pelanggan. Pembayaran digital harus lebih besar. Agar efisien dan terhindar dari fraud,” ungkap Lukman.
Perubahan itu dilakukan dengan memperluas pilihan kanal pembayaran sehingga pelanggan tidak hanya bergantung pada loket pembayaran konvensional.
Loket manual dikurangi, kanal digital diperbanyak
Untuk mempercepat perpindahan perilaku pelanggan, Perumda Tirta Rangga Subang menjalin kerja sama dengan berbagai penyedia layanan pembayaran digital.
Beberapa kanal yang dijajaki di antaranya Tokopedia, Shopee, DANA, OVO, serta berbagai layanan pembayaran online lainnya.
“Kami pun menjajaki kerja sama dengan hampir semua channel pembayaran online. Seperti Tokopedia, Shopee, DANA, OVO dan lain-lain,” jelasnya.
Perusahaan juga memperluas kerja sama dengan perbankan melalui layanan Payment Point Online Bank (PPOB).
Pada saat yang sama, sebagian besar loket pembayaran manual secara bertahap ditutup.
Baca Juga: Kapolres Subang jenguk dua personel sakit dan sambangi lansia, salurkan bantuan
Langkah tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mendorong pelanggan beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.
“Kerja sama dengan hampir semua bank melalui Payment Point Online Bank (PPOB). Loket pembayaran manual sebagian besar kami tutup. Agar beralih ke pembayaran online,” tuturnya.