Ia juga menekankan bahwa sistem ini akan mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih transparan serta menekan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Infrastruktur dan data mulai diperkuat
Dari sisi kesiapan, Pemkab Subang telah menyiapkan sejumlah langkah. Mulai dari pembentukan komite talenta, penyusunan regulasi, hingga penguatan sistem digital melalui SIASN dan SIMATA BKN.
Selain itu, pengembangan talenta juga dilakukan melalui penyusunan rencana pengembangan kompetensi jangka menengah yang melibatkan puluhan perangkat daerah dan kecamatan.
Wakil Kepala BKN, Suherman, dalam kesempatan yang sama menegaskan pentingnya data berkualitas dalam sistem manajemen ASN.
Baca Juga: Belajar buat konten untuk website dan medsos di era digital, ingatkan soal SEO hingga GEO friendly
“Kami ingin mendorong kebijakan yang represif menjadi responsif, kita jangan menunggu tapi kita menjemput,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi pengisian jabatan ASN berbasis sistem merit akan menciptakan birokrasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Tantangan dan harapan ke depan
Meski fondasi mulai dibangun, percepatan manajemen talenta di Subang masih membutuhkan dukungan penuh dari seluruh ASN, terutama dalam mengikuti asesmen dan pengembangan kompetensi.
Pemerintah daerah juga menargetkan ribuan ASN yang belum terasesmen dapat segera masuk dalam sistem, sehingga pemetaan talenta menjadi lebih akurat.
“Saya berharap kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh seluruh peserta dan semoga berjalan dengan lancar,” pungkas Kang Rey.
Dengan tantangan yang masih besar, keberhasilan manajemen talenta ASN di Subang akan sangat ditentukan oleh komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang adaptif dan berbasis kinerja.***