karir-bisnis

Data 1 juta transaksi ungkap masalah kesehatan karyawan, Halodoc tawarkan solusi terintegrasi dari AI hingga pendampingan RS

Senin, 20 Juli 2026 | 21:11 WIB
HaloAssist dari Halodoc yang memungkinkan para tenaga kerja Indonesia mendapatkan kemudahan akses kesehatan (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.ID – Halodoc for Business merilis laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 yang mengungkap tantangan serius dalam pengelolaan kesehatan karyawan di Indonesia.

Laporan ini disusun berdasarkan lebih dari 1 juta transaksi layanan kesehatan dan 3.000 diagnosis ICD-10 sepanjang kuartal pertama 2026, mencakup lebih dari 30 sektor industri.

Hasilnya menunjukkan bahwa pendekatan benefit kesehatan yang bersifat umum sudah tidak lagi efektif.

Baca Juga: Ceritakan kronologi ucapan 'punya otak gak' ke wartawan, Hotman Paris akui sempat emosi saat dicecar soal Febrie Adriansyah

Di tengah tekanan inflasi medis yang diproyeksikan mencapai 15,1 persen pada 2026, lebih tinggi dari rata-rata global 14 persen, perusahaan kini dihadapkan pada dilema antara menjaga kesehatan karyawan dan mengendalikan biaya.

Akses jadi masalah utama, bukan kesadaran

Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada kesadaran karyawan, melainkan akses terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, banyak pekerja menunda pengobatan bukan karena abai, tetapi karena sistem yang rumit dan tidak praktis.

Dampaknya, keluhan ringan berkembang menjadi kondisi serius dengan biaya lebih tinggi.

Baca Juga: Eks Jampidsus Febrie Adriansyah belum ditahan, pakar sorot dugaan tebang pilih hingga janggalnya penanganan kasus

“Aset paling berharga perusahaan adalah manusia. Tapi banyak yang masih mengelola kesehatan karyawan secara reaktif tanpa data yang cukup,” ujar Fibriyani.

Profil penyakit berubah sesuai usia

Sementara itu, Chief of Medical Halodoc, dr. Irwan Heriyanto, mengungkap bahwa pola penyakit tenaga kerja Indonesia berubah seiring usia.

Kelompok usia muda didominasi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), usia produktif 30–49 tahun banyak mengalami gangguan muskuloskeletal, sementara usia di atas 50 tahun didominasi penyakit kardiovaskular dan kanker.

Halaman:

Tags

Terkini