GENMILENIAL.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menutup kinerja tahun buku 2025 dengan capaian positif di tengah tekanan industri telekomunikasi dan kondisi makroekonomi yang dinamis.
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun dengan margin 12,1 persen. Sementara itu, laba bersih normalisasi mencapai Rp22,7 triliun dengan margin 15,4 persen.
Kinerja tersebut ditopang oleh pendapatan konsolidasi sebesar Rp146,7 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Telkom membukukan EBITDA sebesar Rp72,2 triliun dengan margin 49,2 persen, serta normalized EBITDA sebesar Rp73,2 triliun.
Tak hanya itu, Telkom juga mencatat Total Shareholder Return (TSR) sebesar 35,7 persen sepanjang 2025, yang terdiri dari capital gain 28,4 persen dan dividend yield 7,3 persen.
Transformasi TLKM 30 jadi kunci
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari percepatan transformasi perusahaan melalui strategi TLKM 30 yang mulai difokuskan sejak 2025.
“Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi untuk mengakselerasi visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional,” ujarnya.
Strategi ini mencakup empat pilar utama, yakni peningkatan kualitas layanan (Operational & Service Excellence), penataan portofolio bisnis (streamlining), peningkatan nilai aset (unlock value), serta perubahan model bisnis menjadi strategic holding.
Fokus perkuat bisnis inti dan infrastruktur
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Telkom mulai merampingkan bisnis non-inti, termasuk proses divestasi AdMedika dan TelkoMedika yang ditargetkan rampung pada paruh pertama 2026.
Di sisi lain, perseroan juga memperkuat fondasi infrastruktur digital, khususnya konektivitas fiber untuk meningkatkan utilisasi aset dan efisiensi operasional.