Selain itu, pelaksanaan program juga didukung oleh Yayasan Inspirasi Anak Bangsa serta pemerintah daerah setempat.
Kolaborasi ini mencerminkan peran IFG sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia dalam mendorong penciptaan nilai berkelanjutan melalui sinergi lintas sektor.
Baca Juga: Aksi orator demo Kaltim viral, minta massa mundur agar tak bentrok dengan aparat
Perkuat daya saing UMKM batik
Keberadaan IPAL tidak hanya berdampak pada perbaikan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing pelaku usaha batik, khususnya UMKM.
Dengan adanya pengolahan limbah yang sesuai standar, produk batik memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi tuntutan pasar yang kini semakin peduli terhadap aspek keberlanjutan.
Selain itu, program ini juga mendorong perubahan perilaku pelaku usaha melalui peningkatan kapasitas dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan dapat diterapkan di berbagai sentra batik di Indonesia, guna memperkuat transformasi industri yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial.***