Karyawan pertanyakan alasan
Menanggapi hal itu, karyawan tersebut mempertanyakan keputusan yang diambil atasannya.
Baca Juga: 131 Hari dipenjara lalu bebas, videografer ini tuntut negara lindungi pekerja kreatif
"Kan hanya minta off, Pak, apa salah ya kalau memang tidak bisa cuti," ujarnya.
Percakapan ini kemudian memicu diskusi luas mengenai perlindungan hak pekerja, terutama dalam kondisi darurat yang melibatkan keluarga.
Supervisor Sampaikan Permintaan Maaf
Setelah viral, supervisor yang bersangkutan akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf.
"Berkaitan dengan chat WA saya, saya meminta maaf kepada pihak yang bersangkutan, dan meminta maaf kepada seluruh pihak yang dirugikan," ujarnya.
Baca Juga: Diserbu investor Rebana, Subang pacu SDM dan akses Tol Patimban demi ledakan industri
Ia juga mengakui telah bertindak di luar kewenangannya.
"Saya menyadari melakukan hal yang tidak sepatutnya dalam hal ini, yaitu memaksa tim saya untuk mengundurkan diri, dan bertindak melebihi batas kewenangan saya sebagai supervisor," tandasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak karyawan terkait klarifikasi tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan hak pekerja, khususnya dalam situasi darurat yang membutuhkan empati dan kebijakan yang bijak.***