karir-bisnis

CEO Promedia ajak bijak bermedia sosial: Jangan tertipu informasi dari komentar netizen

Kamis, 24 Juli 2025 | 21:27 WIB
CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono dalam Talkshow bertajuk Banyuwangi Berseri dalam Semangat Literasi sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur (YouTube.com/JTV Banyuwangi)

GENMILENIAL.ID – Dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Banyuwangi menggelar talkshow bertajuk 'Banyuwangi Berseri dalam Semangat Literasi' di Hotel Aston Banyuwangi, Kamis, 24 Juli 2025.

Acara ini menjadi ajang penting kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh media, dan generasi muda untuk memperkuat literasi digital masyarakat.

Salah satu pembicara utama, CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono, menekankan pentingnya publik memahami perbedaan antara media online profesional dan media sosial yang kerap menjadi sumber informasi tidak terverifikasi.

Baca Juga: Parlemen Malaysia sindir sambutan meriah Prabowo di Prancis, kunjungan Anwar Ibrahim dinilai sepi

“Literasi digital sangat penting agar masyarakat bisa membedakan mana informasi dari media sosial dan mana dari media online yang jelas kredibilitasnya,” kata Agus Sulistriyono.

Komentar netizen bukan sumber berita

Agus mengkritisi fenomena sebagian media online yang menjadikan komentar netizen di media sosial sebagai bahan berita utama. Hal ini menurutnya membahayakan persepsi publik.

“Itu berpotensi menyesatkan. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan faktanya. Cari referensi dari media yang kredibel,” tegasnya.

Menurut Agus, media online yang sehat seharusnya memiliki kantor fisik, struktur redaksi yang jelas, dan komitmen terhadap kode etik jurnalistik, sebagaimana yang diatur Dewan Pers.

Baca Juga: Kang Rey: Subang tak butuh pembangunan instan, tapi berakar pada budaya leluhur

Ia juga menyampaikan bahwa Promedia Teknologi Indonesia saat ini membawahi 1.200 media dan 40.000 penulis di seluruh Indonesia, dengan sistem pengawasan konten yang ketat agar tetap berada dalam koridor jurnalistik profesional.

“Kami tidak ingin media digunakan untuk menyerang pihak tertentu atau menyebarkan hoaks. Kami ingin membangun ekosistem media digital yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Literasi digital untuk generasi muda

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, yang membuka acara secara daring, juga menekankan pentingnya menciptakan generasi muda yang bijak dan kreatif dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Halaman:

Tags

Terkini