Angka ini merupakan kontribusi terbesar, disusul oleh China di posisi kedua dengan 181 juta dolar AS (sekitar Rp2,9 triliun).
Hilangnya dukungan finansial utama ini diperkirakan akan berdampak signifikan pada kemampuan WHO dalam menghadapi krisis kesehatan global.
Alasan dan Kritik Trump terhadap WHO
Presiden Trump menuding WHO bias terhadap China dan tidak lagi independen.
Ia merasa AS terbebani secara tidak adil dalam pembiayaan WHO, mengingat kontribusi negara lain, seperti China, jauh lebih kecil.
"World Health (WHO) menipu kita, semua orang menipu Amerika Serikat. Ini tidak akan terjadi lagi," ujar Trump saat menandatangani perintah eksekutif. Ia juga mengkritik WHO atas kesalahan dalam menangani pandemi Covid-19.
Keputusan Trump untuk menarik AS dari WHO sebenarnya sudah pernah direncanakan sejak masa kepresidenannya pada 2020.
Namun, rencana tersebut gagal terwujud setelah Trump kalah dari Joe Biden dalam Pemilihan Presiden AS.
Kemungkinan pembatalan keputusan di Pengadilan
Langkah Trump untuk menarik AS dari WHO menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk pakar hukum kesehatan global.
Direktur O'Neill Institute for National and Global Health Law di Universitas Georgetown, Lawrence Gostin, menyebut bahwa keputusan tersebut memerlukan persetujuan Kongres.
"Trump membutuhkan persetujuan Kongres untuk menarik diri. Keputusannya terlalu fatal untuk dibuat tanpa persetujuan Kongres dan pengadilan. Sebagai direktur pusat WHO, saya sedang mempertimbangkan gugatan hukum," jelas Gostin.