Pergerakan HURIP Srimanganti bekerja sama dengan Keraton Sumedang Larang, gerakkan ekonomi petani lewat jagung hibrida

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 6 September 2026 | 10:55 WIB
Ketua Pembina Forum Bumdes Jawa Barat Urip Soeprianto (Bos Urip), Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Budayawan Ki Maher, serta petani dan kelompok tani dalam diskusi publik, Sabtu, 5 September 2026
Ketua Pembina Forum Bumdes Jawa Barat Urip Soeprianto (Bos Urip), Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Budayawan Ki Maher, serta petani dan kelompok tani dalam diskusi publik, Sabtu, 5 September 2026

Konsep tersebut menjadi salah satu inspirasi untuk mengelaborasikan nilai sejarah dan budaya dengan pengembangan pertanian serta ketahanan pangan.

Baca Juga: Kebakaran merembet hingga jalur pendakian, wisata Kawah Ijen ditutup total

Budaya dan ekonomi dipertemukan

Budayawan Jawa Barat, Ki Maher, menilai kolaborasi tersebut menjadi upaya memperkuat peran Keraton Sumedang Larang sebagai bagian dari pertahanan budaya Sunda sekaligus membuka ruang penguatan ekonomi bagi masyarakat yang terkoneksi dengan keraton.

Menurutnya, Sumedang memiliki posisi penting sebagai Puser Budaya Sunda. Keraton kemudian menjadi salah satu aktor dalam menjaga nilai budaya dan solidaritas sosial di tengah perubahan zaman.

“Dengan tema Puser Budaya Sunda dan keraton sebagai aktor utamanya, pertahanan budaya di Kabupaten Sumedang sudah berjalan dan mumpuni. Ini menjadi perekat sosial dan kepemimpinan di tengah arus globalisasi yang ekstraktif,” kata Ki Maher.

Ia menilai sisi ekonomi perlu diperkuat agar gerakan kebudayaan tidak hanya bertumpu pada pelestarian sejarah dan budaya.

Baca Juga: Kasus dugaan korupsi kredit Bank BJB: Ajukan dengan dokumen fiktif hingga kerugian negara mencapai Rp8,7 miliar

“Nah, kita melihat perlu ada penguatan lebih pada sisi ekonomi. Maka, dibuatlah peluang-peluang dan potensi-potensi yang bisa kita orkestrasi menjadi kegiatan ekonomi sebagai pelengkap dan penguat gerakan kebudayaan keraton,” jelasnya.

Ki Maher menyebut potensi tersebut dapat berkembang tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga peternakan, perkebunan, hingga ekonomi kreatif.

Ia melihat pertemuan antara jaringan kebudayaan dan peluang bisnis dapat menjadi titik pijak untuk mengembangkan kegiatan ekonomi yang terkoneksi dengan Keraton Sumedang Larang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X