Bagaimana cara memulai membangun audiens untuk media? Intip PRO-spective edisi 2 bersama pimred KabarBaitullah.com

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 3 September 2026 | 11:34 WIB
PRO-spective edisi #2 bersama Hari Setiawan dari JatimNetwork.com, KabarBaitullah.com, dan WarnaNusa.com (Dok. Promedia)
PRO-spective edisi #2 bersama Hari Setiawan dari JatimNetwork.com, KabarBaitullah.com, dan WarnaNusa.com (Dok. Promedia)

Dalam membentuk KabarBaitullah.com, Hari menyebut terdapat sejumlah kelompok yang menjadi lingkup audiensnya, mulai dari calon jemaah haji dan umrah, keluarga jemaah, hingga Kementerian Haji dan Umrah serta DPR.

Baca Juga: Duh! Kades wanita di Tambun diduga mesra dengan politisi dalam lift: Antara 'main api' atau sekadar prasangka

“Kejelasan audiensi itu kunci bermedia, yaitu menjawab ‘Siapa’, yakni mereka yang sebenarnya membutuhkan konten kita. Kemudian ada ‘Bagaimana’, itu tentang cara penyajian konten. Seperti apa kontennya, bahasa yang mau dipakai, atau gaya judulnya,” terang Hari.

Ia juga menjelaskan pentingnya menentukan apa yang ingin disampaikan sekaligus platform untuk mendistribusikan konten.

“Ada juga tentang ‘Apa,’ yaitu memperjelas platform dan distribusi kontennya. Jadi, KabarBaitullah.com ini ingin ikut berpartisipasi menyiapkan jemaah agar siap untuk haji dan umrah, bukan hanya sekadar media yang memberitakan tentang haji dan umrah,” imbuhnya.

Baca Juga: Ponpes Manba’ul Hikam ungkap sebagian besar santri sudah kembali ke pondok usai keracunan MBG, bantah kabar ada korban meninggal dunia

Karena itu, Hari banyak mencari referensi mengenai pertanyaan dan kebutuhan yang muncul dari audiens.

“Kami berusaha menjawab problematika audiens kami. Saya harus menerka nih, orang yang interest dengan haji dan umrah butuh apa saja? Nah, itu yang kami jawab lewat konten,” sambungnya.

Bangun relasi hingga ciptakan komunitas

Selain konten, Hari juga berupaya membangun relasi dengan pihak-pihak yang berpotensi berkaitan dengan media yang dikelolanya.

Pengalaman mengikuti haji reguler 2025 dan menjadi petugas haji 2026, menurutnya, turut memberikan keuntungan dalam membangun relasi.

Baca Juga: Sherina Munaf bagikan kondisi Kalimantan yang diselimuti kabut asap karhutla: Bukan awan, baunya sampai masuk pesawat

Salah satunya melalui group chat WhatsApp yang menjadi media penghubung sesama jemaah haji 2025 dan petugas haji 2026.

“Di group chat itu, setiap ada kabar baru atau breaking news tentang haji dan umrah, saya bisa membagikan link berita dari KabarBaitullah.com. Ada sekitar 700 nomor telepon di sana dan itu udah pasti langsung nyebar, makanya secara tidak langsung itu juga membangun komunitas,” tuturnya.

Mengelola media dengan niche yang telah ditentukan, Hari kembali menegaskan pentingnya konsistensi dan memperbaiki portofolio agar media menjadi dipercaya serta menjadi rujukan bagi pembacanya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X