Perumda TRS juga telah menyiapkan kapasitas cadangan air hingga 43 liter per detik untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan dalam waktu dekat.
Perumda TRS siapkan investasi jangka panjang
Untuk memastikan keberlanjutan pasokan, Perumda TRS menyiapkan langkah strategis jangka panjang melalui pembangunan Water Treatment Plant (WTP) baru.
Rencana WTP tersebut memiliki kapasitas awal 2 x 100 liter per detik dan masih dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan kawasan Patimban ke depan.
"Kami sudah menyiapkan rencana pembangunan WTP dengan kapasitas awal 2 kali 100 liter per detik. Ini sebagai langkah antisipasi jangka panjang," kata Lukman.
Ia menegaskan, kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen Perumda TRS dalam mendukung Pelabuhan Patimban sebagai kawasan strategis nasional.
Air bersih jadi kunci dukung kawasan strategis
Selain itu, fasilitas hydrant air juga telah tersedia di area dermaga untuk memenuhi kebutuhan kapal yang bersandar di Pelabuhan Patimban.
"Kami juga sudah menyiapkan hydrant air di area dermaga untuk memudahkan kapal mendapatkan suplai air bersih," tambahnya.
Ketersediaan air bersih menjadi faktor penting dalam menunjang kelancaran operasional pelabuhan modern, termasuk aktivitas industri dan logistik di kawasan tersebut.
Melalui sinergi dengan KSOP Patimban dan berbagai pihak, Perumda TRS optimistis mampu menjaga pasokan air tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Subang.***
Artikel Terkait
Banjir rendam Ciasem, Perumda TRS salurkan bantuan air bersih dan sembako ke warga terdampak
Ancaman krisis air bersih mengintai, Perumda TRS Subang siagakan tangki air dan libatkan BPBD hingga Damkar
Di tengah ancaman kekeringan, Subang justru surplus air! Perumda TRS pastikan debit melimpah
Kinerja melejit, Perumda TRS Subang resmi berstatus 'sehat' versi BPKP
Perumda TRS ungkap penyebab air mengecil saat kemarau, warga diminta aktif melapor kebocoran
Wisata VW dan offroad Ciater Subang kian diminati, tawarkan sensasi alam sejuk bebas polusi
Pertama kali ke Subang, wisatawan Jakarta terkesan udara sejuk dan alam asri Ciater