Progres Koperasi Merah Putih di Subang capai 85 persen, terkendala lahan dan perizinan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Kamis, 21 Mei 2026 | 09:33 WIB
Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, saat memberikan keterangan terkait progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Subang
Komandan Kodim 0605 Subang, Letkol Czi Asep Saepudin, saat memberikan keterangan terkait progres pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Subang

“Memang kendala saat ini adalah di tiap-tiap desa ukuran lahan yang tersedia, ada juga desa yang tidak mempunyai lahan,” ungkapnya.

Selain itu, proses perizinan dengan sejumlah pihak seperti PTPN, pabrik gula, hingga lahan milik pemerintah provinsi juga menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga: Usai polemik LCC 4 pilar MPR RI Kalbar, SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas bertemu

“Hampir 85 persen yang sudah kita kerjakan, ini sambil berjalan memang kendalanya kita dengan perijinan dengan PTPN, tapi alhamdulillah sudah diijinkan sambil proses administrasi,” tambahnya.

Manajemen diserahkan ke desa

Untuk pengelolaan koperasi, Asep menyebut bahwa struktur kepengurusan telah dibentuk oleh masing-masing desa. Kodim hanya berperan dalam pembangunan fisik serta pengawasan.

“Kalau kami tidak sampai mengurus hingga manajemen, tapi hanya konstruksinya saja. Nanti desa yang menjalankan,” katanya.

Saat ini juga tengah dilakukan proses perekrutan pengelola atau manajer koperasi, dengan prioritas diberikan kepada warga lokal Subang.

Baca Juga: Jaringan 29 kg sabu Aceh-Bogor terbongkar, oknum TNI ikut terlibat

Target rampung Agustus 2026

Kodim 0605 Subang menargetkan seluruh pembangunan koperasi dapat selesai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

“Kita targetkan ini Juli akhir atau awal Agustus sudah mulai 100 persen. Kita upayakan karena ada beberapa yang sudah hampir selesai,” ujar Asep.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang baru memasuki tahap awal pembangunan, seperti pondasi.

Secara umum, proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 bulan per titik.

Baca Juga: Skandal penipuan proyek dapur MBG di Jabar, 13 korban rugi Rp1,9 miliar

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X