Atap daur ulang masuk program bedah rumah Jogja, Alduro tawarkan hunian sejuk dan ramah lingkungan

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 20 Mei 2026 | 18:55 WIB
Penggunaan atap Alduro dalam program bedah rumah oleh Pemkot Yogyakarta (Dok. Pemkot Yogyakarta & PT Sirkular Karya Indonesia)
Penggunaan atap Alduro dalam program bedah rumah oleh Pemkot Yogyakarta (Dok. Pemkot Yogyakarta & PT Sirkular Karya Indonesia)

Material ini diklaim mampu menahan panas lebih baik dibandingkan atap konvensional, sehingga suhu dalam rumah menjadi lebih sejuk.

Tak hanya itu, saat hujan turun, atap ini juga mampu meredam suara bising, menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi penghuni rumah.

Baca Juga: Gebrakan pendidikan Subang: 238 Kepsek dilantik, Rp28 miliar digelontorkan bereskan kelas rusak

Perwakilan PT JOS, Prima Kurniawan, menyebut bahwa produk tersebut telah melalui uji ketahanan dan kualitas, sehingga aman digunakan masyarakat.

“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” jelasnya.

Dorong solusi sampah dan hunian layak

Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), Sugiarto Romerli, sebelumnya menjelaskan bahwa Alduro dibuat dari sampah plastik saset yang banyak ditemukan sehari-hari dan sulit terurai.

Menurutnya, inovasi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama sungai dan laut.

Baca Juga: Jeritan anak petani Tulungagung viral, ungkap kasus pupuk non subsidi yang jerat ayahnya

Selain itu, dari sisi harga, atap Alduro dinilai lebih ekonomis sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mendapatkan material bangunan yang berkualitas dengan biaya terjangkau.

Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, program bedah rumah ini tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X