Tantangan industri media dibahas di Mediapreneur Talks Surabaya, Promedia: Bisnis informasi tak akan pernah mati

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 26 September 2025 | 19:47 WIB
CEO Promedia, Agus Sulistriyono dalam acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025 (Dok. Promedia)
CEO Promedia, Agus Sulistriyono dalam acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025 (Dok. Promedia)

GENMILENIAL.ID – Tantangan industri media di tengah derasnya arus digital menjadi sorotan utama dalam Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Kamis, 25 September 2025.

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian roadshow 'Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan', setelah sebelumnya sukses digelar di beberapa kota besar seperti Semarang, Palembang, Medan, dan Tangerang.

Mediapreneur Talks episode ke-5 ini disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, menghadirkan para tokoh industri media, content creator, hingga akademisi.

Baca Juga: Baru 66 persen, Kang Rey tetap optimis target PAD Subang Rp950 miliar tercapai akhir tahun

Promedia dorong kolaborasi media

CEO Promedia, Agus Sulistriyono, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mempertahankan brand media di era digital. Menurutnya, meski medium informasi terus berubah, bisnis informasi tidak akan pernah mati.

“Promedia hadir sebagai mitra teknologi dan konsultan media. Kami mengusung konsep economic sharing atau gotong royong, membangun media online arus utama bersama para pemilik media dan jurnalis,” ujar Agus.

Agus juga mengajak pengusaha media untuk optimis dan meningkatkan revenue melalui multiplatform digital.

Sorotan soal insentif media

Dalam sesi berbeda, Dr. Guntur Syahputra Saragih, anggota Komite Publisher Right (KTP2JB), menyoroti absennya insentif bagi industri media.

Baca Juga: KLB keracunan MBG, BGN ambil langkah tegas: Tutup dapur bermasalah dan bentuk tim investigasi

Ia menilai media perlu bersuara agar mendapat perlakuan setara dengan sektor lain.

“Bayangkan, tahun 2026 nanti ada pengurangan PPh untuk ojol dan pariwisata, tapi media tidak. Padahal wartawan dan media juga butuh insentif agar bisa terus bernapas,” tegasnya.

CEO Promedia, Agus Sulistriyono (tengah) bersama para peserta acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025
CEO Promedia, Agus Sulistriyono (tengah) bersama para peserta acara Mediapreneur Talks 2025 yang digelar Promedia Teknologi Indonesia (PTI) di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025 (Dok. Promedia)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X