Istana tegaskan Indonesia tak mundur dari BRICS meski dihantui ancaman tarif tambahan AS

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Rabu, 16 Juli 2025 | 20:33 WIB
Mensesneg RI, Prasetyo Hadi (Instagram.com/@prasetyo_hadi28)
Mensesneg RI, Prasetyo Hadi (Instagram.com/@prasetyo_hadi28)

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mundur dari keanggotaan BRICS, meskipun menghadapi ancaman kebijakan resiprokal dari Amerika Serikat berupa tambahan tarif sebesar 10 persen terhadap produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.

Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.

"Tidak (mundur). Jadi yang per hari ini dapat kami sampaikan adalah kita tetap melanjutkan upaya untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS," tegas Hadi.

Baca Juga: Upacara 17 Agustus 2025 digelar di Jakarta, bukan di IKN: Istana sebut sudah bentuk panitia

Tambahan tarif 10 persen tersebut merupakan bagian dari kebijakan resiprokal Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara anggota BRICS yang dinilai berpotensi mengganggu kepentingan dagang Washington.

Jika diberlakukan, total tarif terhadap produk Indonesia yang masuk ke AS akan meningkat dari 32 persen menjadi 42 persen.

Meski demikian, Hadi menyebutkan bahwa kebijakan tersebut belum bersifat final dan pemerintah Indonesia terus memanfaatkan ruang negosiasi yang masih terbuka hingga batas waktu 1 Agustus 2025.

Baca Juga: Mentan Amran bongkar pejabat Kementan masuk DPO kasus mafia pangan di hadapan DPR

"Masih ada waktu, masih ada jeda. Kita sedang berupaya maksimal agar hasilnya baik bagi kepentingan bangsa," ujarnya.

Ia juga mengungkap bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kementerian terkait lainnya sejak 8 Juli lalu untuk merumuskan langkah diplomasi ekonomi strategis.

"Kalau kaitannya dengan rencana penetapan kembali tarif 10 persen bagi anggota BRICS, kami merasa itu bagian dari konsekuensi. Mau tidak mau harus kita hadapi," katanya.

Baca Juga: DPRD Subang sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024, tegaskan komitmen transparansi dan pembangunan berkelanjutan

Langkah tegas pemerintah ini mencerminkan posisi Indonesia yang semakin mantap dalam konstelasi geopolitik global.

Keanggotaan dalam BRICS, blok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan dinilai penting sebagai bagian dari upaya diversifikasi mitra dagang dan penguatan posisi Indonesia di forum ekonomi multilateral.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X