GENMILENIAL.ID – Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan mundur dari keanggotaan BRICS, meskipun menghadapi ancaman kebijakan resiprokal dari Amerika Serikat berupa tambahan tarif sebesar 10 persen terhadap produk Indonesia yang masuk ke pasar AS.
Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangan persnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 9 Juli 2025.
"Tidak (mundur). Jadi yang per hari ini dapat kami sampaikan adalah kita tetap melanjutkan upaya untuk bernegosiasi dengan pemerintah AS," tegas Hadi.
Baca Juga: Upacara 17 Agustus 2025 digelar di Jakarta, bukan di IKN: Istana sebut sudah bentuk panitia
Tambahan tarif 10 persen tersebut merupakan bagian dari kebijakan resiprokal Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara anggota BRICS yang dinilai berpotensi mengganggu kepentingan dagang Washington.
Jika diberlakukan, total tarif terhadap produk Indonesia yang masuk ke AS akan meningkat dari 32 persen menjadi 42 persen.
Meski demikian, Hadi menyebutkan bahwa kebijakan tersebut belum bersifat final dan pemerintah Indonesia terus memanfaatkan ruang negosiasi yang masih terbuka hingga batas waktu 1 Agustus 2025.
Baca Juga: Mentan Amran bongkar pejabat Kementan masuk DPO kasus mafia pangan di hadapan DPR
"Masih ada waktu, masih ada jeda. Kita sedang berupaya maksimal agar hasilnya baik bagi kepentingan bangsa," ujarnya.
Ia juga mengungkap bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan kementerian terkait lainnya sejak 8 Juli lalu untuk merumuskan langkah diplomasi ekonomi strategis.
"Kalau kaitannya dengan rencana penetapan kembali tarif 10 persen bagi anggota BRICS, kami merasa itu bagian dari konsekuensi. Mau tidak mau harus kita hadapi," katanya.
Langkah tegas pemerintah ini mencerminkan posisi Indonesia yang semakin mantap dalam konstelasi geopolitik global.
Keanggotaan dalam BRICS, blok ekonomi yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan dinilai penting sebagai bagian dari upaya diversifikasi mitra dagang dan penguatan posisi Indonesia di forum ekonomi multilateral.
Artikel Terkait
Sederet momen kocak Vicky Prasetyo di debat Pilbup Pemalang 2024, salah satunya interupsi melulu yang bikin moderator sebel!
4 Aksi Vicky Prasetyo di panggung debat yang dapat dukungan Jokowi hingga pernah bikin heboh jagat media sosial!
Vicky Prasetyo gagal jadi Bupati Pemalang? begini hasil minor versi quick count yang bikin sang artis merana di medsos
Menyoal pengunduran diri Hasan Nasbi, Prasetyo Hadi beberkan alur surat hingga penolakan dari Presiden Prabowo
Istana terima desakan pencopotan Menkes Budi Gunadi, Mensesneg: Kita pelajari dan cari jalan keluar
Mensesneg ungkap pesan khusus Megawati untuk Prabowo: Jaga pemerintahan dan persatuan
Penjelasan berbeda soal Gibran urus Papua, Yusril dan Mensesneg Hadi beri versi berbeda