Tak hanya itu, AJI juga rutin mengadakan pelatihan jurnalistik, termasuk pelatihan peliputan HAM, isu gender, hingga disinformasi digital.
Semua dilakukan dalam semangat memperkuat kualitas jurnalisme yang berpihak pada publik.
Menjadi bagian dari AJI
Untuk menjadi anggota AJI, seorang jurnalis harus melalui uji kompetensi dan menyatakan komitmennya terhadap prinsip-prinsip jurnalistik.
AJI terbuka untuk jurnalis media cetak, online, radio, dan televisi, dengan syarat tidak terlibat dalam politik praktis atau menjadi pejabat publik.
Di era ketika kebebasan pers kembali diuji dan jurnalis menghadapi tekanan dari berbagai arah, AJI tetap berdiri sebagai penjaga suara independen.
Dalam banyak kasus, kehadiran AJI menjadi penguat bahwa demokrasi tak mungkin berjalan tanpa pers yang merdeka.***
Artikel Terkait
Ketua DPRD Subang kecam kekerasan terhadap jurnalis: Usut tuntas, jangan main hakim sendiri
Polres Subang tahan lima pelaku pengeroyokan jurnalis di kandang ayam
Polres Subang ungkap kasus pengeroyokan jurnalis, IWOI kutuk keras dan apresiasi tindakan cepat polisi
ESAI: Jurnalis, teman ngopi bukan lawan bertarung
Bersiap! CoreLab Promedia ajak mahasiswa kampus UNTIRTA Kota Serang diskusi seputar konten dan dunia jurnalis
BRI Mediapreneur Talks Promedia bakal digelar di Kota Serang, Banten: Bahas tuntas tantangan jurnalis di era digital
IFG dukung kreativitas jurnalis foto melalui Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2025 di Solo