Belajar dari Kegagalan, Lemonilo Ciptakan Pasar Sendiri
Dalam siniar YouTube Merry Riana pada 19 Oktober 2024 lalu, Ronald bercerita sebelum melahirkan produk mie instan Lemonilo juga pernah mengalami kegagalan dalam menciptakan produk-produk sebelumnya.
"Lemonilo pernah meluncurkan produk-produk lainnya, banyak dan gagal. Jadi tidak selalu berhasil," ujar Ronald.
"Banyak sekali kegagalan yang kita alami juga, Konsula gagal, Lemonilo bikin e-commerce juga gagal, bikin brand sendiri juga banyak gagalnya," sebutnya.
Ronald bersama dua rekan pendiri lainnya menilai setiap kegagalan itu sebagai pembelajaran dan diambil hikmahnya.
"Semuanya dijalani dan belajar dari setiap kegagalan karena itu penting, sangat penting sekali," tegasnya.
Kemudian, Ronald menyoroti keberhasilan Lemonilo dalam menciptakan pasar sendiri di tengah persaingan dunia usaha.
"Yang berhasil itu selalu di mana kita menciptakan market sendiri, barang yang sebelumnya tidak ada," terang Ronald.
"Contoh mie instan yang hijau itu sebelumnya tidak ada, kalaupun ada itu kecil-kecilan. Mie hijau dengan bahan yang sehat itu kita ciptakan sendiri," tandasnya.
Ronald Wijaya: Jangan tergesa-gesa menjalani bisnis
Dalam kesempatan yang sama, Ronald juga menuturkan seorang pebisnis harus mau membuat sesuatu dari yang kecil.
"Setiap kali kita mau membuat sesuatu dimulai dari yang kecil dulu," tuturnya.
Artikel Terkait
Pendiri Lippo Group ini bangga dengan didikan ayahnya, begini cerita Mochtar Riady saat membangun bisnis dari nol
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Jadi pembicara BRI CoreLab di UIN Raden Fatah Palembang, CEO Promedia ungkap perjalanan 17 tahun kariernya jadi jurnalis!
Kementerian BUMN lakukan perombakan pada Dewan Komisaris dan Direksi PT Dahana, berikut susunanya
Konsumsi media di Indonesia didominasi medsos? begini kata CEO Props di Event Mediapreneur Talks Promedia di Palembang
Bertemu Presiden Mesir, Prabowo ingin tingkatkan kerjasama perdagangan hingga pendidikan
Hamish Daud bantah diminta tanggung jawab hingga merasa reputasinya rusak gegara dituding CEO gadungan dan tak bayar gaji karyawan