Ngeri-ngeri sedap! politisi PAN ini paparkan masalah krusial Subang soal SDM yang masih rendah, warga lokal harus jadi prioritas dalam menyambut KEK

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 17 November 2024 | 15:47 WIB
Pengusaha dan Politisi PAN Subang, Otok Byantoro
Pengusaha dan Politisi PAN Subang, Otok Byantoro

GENMILENIAL.ID - Pengusaha dan juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Subang, Otok Byantoro punya perhatian serius terkait Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Subang.

Sebagai salah satu Kabupaten di Jawa Barat dan juga daerah agraris dengan peringkat ketiga lumbung padi nasional kemudian hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Patimban dan Smartpolitan, tentunya harus diimbangi dengan peningkatan SDM masyarakat lokal.

“SDM Subang itu masih rendah, rendah itu bukan berarti jelek, karena ini memang perubahan dari daerah pertanian menjadi daerah industri,” kata Otok Byantoro pada GenMilenial.id, Sabtu, 16 November 2024 malam.

Baca Juga: Besok di Laska Hotel, KPU Subang gelar Debat Publik Kedua bagi 3 paslon Pilkada Subang 2024, ini tema menariknya

Lelaki yang mulai menetap di Subang sejak tahun 2008 ini juga mengungkapkan bahwa dalam proses upaya peningkatan SDM tersebut harus ada sebuah gerakan-gerakan kolektif yang tidak hanya berpangku tangan pada pemerintah daerah saja.

“Baik dari sisi pengetahuan atau keterampilan harus ada gerakan-gerakan tentunya tidak cukup juga itu hanya pemerintah saja, semua stakeholder yang ada di Subang itu harus bergerak semua,” tegasnya.

Lanjut Otok, perubahan Kabupaten Subang menuju daerah industri membutuhkan percepatan SDM masyarakat lokal yang membutuhkan perhatian serius dari semua stakeholder di Subang.

“Ini harus percepatan, jadi kalau yang sering disorot percepatan ekonomi di Subang harus diimbangi dengan percepatan SDM,” ujar Otok penuh semangat.

Baca Juga: Gelar Paripurna, DPRD Subang sahkan program pembentukan Perda, Sekda harap bisa wujudkan Kabupaten Subang yang berdaya saing

Lebih rinci, peningkatan SDM tersebut meliputi pengetahuan, keterampilan (skill) dan juga Indek Pembangunan Manusia (IPM) Subang yang masih rendah dengan rata-rata lulusan SMP.

“Ini harus menjadi konsen untuk pemimpin daerah, untuk Bupati dan Wakil Bupati yang akan datang, itu harus konsenya full kesitu gak boleh ditinggalkan, karena kalau itu ditinggalkan masyarakat Subang jadi penonton,” tandasnya.

Lebih jauh, Otok pun menegaskan bahwa hasil analisanya tersebut menjadi kenyataan, banyak warga lokal Subang yang hanya menjadi penonton, tidak siap bersaing dengan para pendatang dari luar daerah.

“Dan ini bener, jadi yang namanya jadi penonton itu walaupun dikasih kesempatan tidak mempunyai kemampuan, jangan sampai kita berdiri jadi penonton tapi ketika dikasih kesempatan tidak mampu, kan sangat disayangkan seperti itu,” terangnya.

Baca Juga: Memasuki musim penghujan, DPRD desak Pemkab Subang segera lakukan mitigasi banjir di Pantura

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X