GENMILENIAL.ID – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie mencermati persoalan terkait Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang telah berkembang lebih dari 30 bulan.
Putra dari Abu Rizal Bakrie itu menilai, ekspansifnya manufaktur Indonesia membuktikan bahwa fenomena industrialisasi telah terjadi di Indonesia. "kita perlu memberikan apresiasi dan mensyukuri bahwa selama 35 bulan berturut-turut PMI Indeks kita di atas 50, .
Itu artinya, industrialisasi sudah terjadi di tanah air. Industrialisasi tersebut sangat penting bagi kita karena nilai tambah yang bisa diperoleh. " ungkap pria yang akrab disapa Anin tersebut dalam acara Sarasehan bersama Menteri Perindustrian RI yang diselenggarakan pada hari Senin, tanggal 30 September 2024.
Walaupun akhir –akhir ini PMI manufaktur mengalami kontraksi, Anin merasa yakin bahwa Pemerintah sudah menyiapkan strategi agar PMI kembali ekspansif. Berdasarkan data yang ada, PMI Manufaktur Indonesia sendiri pada bulan Agustus 2024 ini memang mengalami penurunan.
Suami dari artis Nia Daniaty itu juga menjelaskan, sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin akan berpartisipasi aktif untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam rangka mendorong industri manufaktur agar kembali ekspansif.
"Di sinilah Kadin sebagai mitra strategis pemerintah berdasarkan undang-undang Nomor 1 Tahun 1987 wajib kita mendengarkan dan mengerti. Sehingga nanti ke depannya habis 20 Oktober istilahnya kita hit the ground running," pungkasnya.
Artikel Terkait
KADIN Subang ekspor perdana jahe ke Uni Emirat Arab, Pemda Subang siapkan 6000 hektar untuk komoditas lainya
Resmi dilantik, HIPMI Subang akan lakukan kolaborasi penuh dengan semua stakeholder termasuk KADIN
Konflik di tubuh Kadin, Menkumham Supratman tegaskan pemerintah tidak ikut campur