Cegah terjadinya banjir, PT Dahana turut serta dalam penanaman mangrove di Legonkulon Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 27 November 2023 | 21:48 WIB
Ketua TJSL PT Dahana Eman Suherman (Kanan) lakukan tanam mangrove di Legon Kulon,  Senin 27 November 2023
Ketua TJSL PT Dahana Eman Suherman (Kanan) lakukan tanam mangrove di Legon Kulon, Senin 27 November 2023

GENMILENIAL.ID - PT Dahana turut berpartisipasi dalam acara Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat.

Acara yang turut diikuti oleh Pemerintah Pusat dan Daerah ini digelar dengan penanaman mangrove di Legonkulon Subang, Jawa Barat, pada Senin 27 November 2023.

Ketua Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) DAHANA Eman Suherman mengatakan bahwa keikutsertaan perusahaanya dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen DAHANA dalam menjaga lingkungan sekitar, terutama di wilayah Kabupaten Subang.

Kata Eman, selama ini, pantai utara Subang khususnya di Pondok Bali mengalami abrasi besar-besaran yang mengancam penduduk sekitar.

Baca Juga: ESAI : Stop bullying! demi masa depan anak bangsa yang lebih cerah

“Sebagaimana kita ketahui, wilayah Pondok Bali Legonkulon Subang ini telah mengalami abrasi yang parah, pertambakan rakyat yang dahulu menguasai pantai utara Subang telah habis ditelan lautan," ucap Eman.

"Sebagai perusahaan negara, DAHANA turut hadir menanam mangrove yang digagas oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Mangrove merupakan suatu tipe hutan yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindung, laguna dan muara sungai yang tergenang.

Pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap salinitas. Hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat secara fisik, ekologis dan ekonomis.

Baca Juga: ESAI : Guru dan tantangan zaman, adab murid terhadap guru semakin terlupakan

Secara fisik manfaat mangrove antara lain, sebagai perlindungan terhadap sedimentasi, abrasi dan intrusi air laut, penahan badai dan angin yang bermuatan garam, serta untuk menurunkan emisi karbon.

Secara ekologis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat hidup, perlindungan dan sumber pakan bagi biota laut dan spesies yang ada di sekitarnya.

Sedangkan secara ekonomis hutan mangrove berfungsi sebagai tempat rekreasi wisata, sumber bahan baku untuk bangunan dan kayu bakar serta sebagai sumber mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan penangkap ikan, udang, kepiting dan lainnya.

“Semoga dengan penanaman mangrove ini, masyarakat tidak hanya mendapatkan solusi atas abrasi yang selama ini terjadi, namun turut mendapatkan manfaat lainnya seperti udara yang bersih serta pendapatan ekonomi melalui wisata mangrove dan peningkatan penangkapan ikan, udang, kepiting oleh nelayan,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X