GENMILENIAL.ID - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Subang mempertanyakan urgensi dan substansi dari gelaran refleksi Jimat Akur yang digelar oleh Pemerintah Daerah Subang yang di gelar di Kecamatan-kecamatan di Subang.
Diketahui bahwa anggaran refleksi Jimat Akur per Kecamatan tersebut telah memakan anggaran biaya sekitar Rp85 Juta, setiap kali gelaran tersebut dilaksanakan.
"Coba kita lihat, urgensi dan substansinya dimana bagi masyarakat," kata Muhammad Ali An Naba pada awak media pada Kamis 13 Juli 2023.
Ali juga menyebut bahwa saat ini, masih banyak warga masyarakat yang masih membutuhkan pelayanan fasilitas publik yang lebih baik.
"Jika anggaran untuk refleksi diterapkan kepada fasilitas umum, fasilitas sosial itu lebih terasa," jelasnya.
Lanjut Ali, kegiatan refleksi Jimat Akur di masa-masa akhir Jabatan Bupati Subang saat ini lebih kepada kampanye politik yang dilakukanya padahal itu adalah anggaran negara.
"Kenapa refleksi itu digiatkan dimasa-masa akhir periode beliau, seakan-akan ini berkamuflase dengan masa kampanye beliau, boleh dilihat dan dicek itu menggunakan anggaran wilayah," ujarnya.
Disamping soal gelaran refleksi, kedatangan aksi dari HMI Subang tersebut juga sebagai sebuah bentuk tagihan janji-janji politik untuk Jimat Akur yang belum terpenuhi.
"Itu sudah ditanda tangani di materai, jika tidak bisa beliau merealisasikan kegiatan ataupun janji-janji politiknya beliau bersedia mengundurkan diri," tegasnya.
Kata Ali, Jimat Akur saat ini belum bisa memenuhi apa yang menjadi janji politik mereka saat kampanye.
"Maka saya dan teman-teman himpunan cabang menyarankan kepada Bupati Subang dan Wakil Bupati Subang untuk mengundurkan diri segera, daripada menjadi beban daerah, menjadi beban masyarakat," tandasnya.