kampus

IFG gaungkan literasi keuangan di 13 kampus, soroti rendahnya pemahaman asuransi di kalangan mahasiswa

Rabu, 7 Mei 2025 | 21:29 WIB
Ilustrasi - IFG gaungkan literasi keuangan di 13 kampus ternama di Indonesia (Dok. IFG)

 

GENMILENIAL.ID - Indonesia Financial Group (IFG) menggencarkan upaya peningkatan literasi keuangan melalui program Campus Visit ke 13 universitas di Indonesia.

Program ini menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 sekaligus komitmen IFG dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui lembaga think tank IFG Progress, perusahaan pelat merah yang menaungi sektor asuransi dan penjaminan ini menyasar kalangan mahasiswa dengan pembekalan manajemen keuangan pribadi dan pemahaman risiko keuangan, terutama di sektor non-bank.

Baca Juga: DPRD Subang gelar Rapat Paripurna, bahas pandangan fraksi terhadap tiga Raperda strategis

“Mahasiswa sebagai generasi muda ini harus paham bagaimana caranya mengelola uang beserta dengan risiko-risikonya, apalagi sekarang ini marak instrumen keuangan digital,” kata Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adji, Senin, 6 Mei 2025.

Dalam survei nasional yang dirilis OJK dan BPS tahun 2024, tingkat literasi keuangan masyarakat usia 18–25 tahun tercatat sebesar 70,19 persen.

Namun, berdasarkan survei Insurance Literacy Survey oleh IFG Progress terhadap 1.263 responden mahasiswa di 9 universitas, pemahaman terhadap produk asuransi masih rendah.

Hanya 33 persen responden mengetahui produk asuransi, dan hanya 8 persen yang memilikinya.

Baca Juga: Momen Prabowo bertemu Bill Gates, pendiri Microsoft itu beri dana hibah Rp2,6 triliun untuk sektor tekno hingga tani di Indonesia

“Kami melihat masih ada kesenjangan pemahaman, terutama dalam sektor asuransi. Melalui IFG Progress, kami ingin memperluas jangkauan literasi agar generasi muda menjadi cakap secara finansial,” tambah Denny.

Program literasi keuangan ini telah menjangkau 1.500 mahasiswa dari berbagai kampus ternama, dengan cakupan peserta hampir seimbang antara Pulau Jawa (49,6 persen) dan luar Jawa (50,4 persen).

IFG juga mencatat bahwa mayoritas mahasiswa lebih mengenal produk keuangan konvensional seperti tabungan dan emas, serta produk investasi seperti saham dan reksa dana.

Sebagai holding BUMN di sektor asuransi dan penjaminan, IFG menyatakan akan terus mendukung upaya OJK dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan nasional, dengan pendekatan yang lebih dekat kepada kebutuhan generasi muda.***

Tags

Terkini