Menurutnya, kondisi cuaca turut memengaruhi perjalanan mereka. Saat pagi hari cuaca masih mendukung, tetapi hujan turun pada sore hari sehingga area sekitar sungai menjadi lebih sulit dilalui.
“Saat pagi cuacanya masih bagus, namun saat sore hari justru hujan yang membuat area sekitar sungai licin dan rawan longsor,” tutur Asdar.
Kondisi tersebut semakin menjadi tantangan karena rumah mereka berada jauh di pedalaman.
Asdar juga harus mempertimbangkan keselamatan adiknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Menunggu hujan reda hingga kedinginan
Dalam perjalanan pulang sekolah, Asdar dan adiknya sempat menunggu hujan reda di sekitar sungai. Namun, hujan yang tak kunjung berhenti membuat keduanya harus menghadapi kondisi dingin.
“Setelah 2 jam menunggu hujan reda di pinggir sungai, kami tak tahan karena terlalu dingin karena diguyur hujan,” ungkap Asdar.
Situasi tersebut membuat Asdar akhirnya memilih mengambil risiko untuk melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi sungai sambil menggendong adiknya.
“Akhirnya aku mengambil risiko untuk melewati sungai di sini sambil menggendong adikku,” imbuhnya.
Baca Juga: Pengakuan orang tua di Pati, anaknya alami mual-muntah hingga mimisan usai diduga keracunan MBG
Dalam kondisi seperti itu, keselamatan menjadi hal yang harus diperhatikan. Arus sungai yang deras membuat Asdar dan adiknya perlu saling berpegangan agar dapat menyeberang dengan lebih aman.
Empat kali menyeberangi sungai setiap hari
Bagi Asdar, sungai yang harus diseberangi bukanlah tantangan yang hanya dihadapi sesekali.