Ki Maher melihat potensi ekonomi yang dapat dikembangkan berasal dari berbagai sektor yang dekat dengan masyarakat, seperti pertanian, peternakan, perkebunan hingga ekonomi kreatif.
Potensi tersebut dapat diorkestrasi agar menjadi bagian dari gerakan yang berangkat dari kekuatan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, pengembangan pertanian jagung hibrida menjadi salah satu kegiatan yang mulai didorong dengan melibatkan petani dan kelompok tani dari sejumlah daerah di Jawa Barat.
Menurut Ki Maher, pengembangan potensi ekonomi tersebut dapat menjadi pelengkap bagi fungsi kebudayaan keraton.
Baca Juga: Warga Bandung riuh mencari sumber dentuman misterius, ada hubungannya dengan erupsi Anak Krakatau?
Dengan demikian, posisi keraton sebagai bagian dari Puser Budaya Sunda tidak hanya berkaitan dengan pelestarian nilai dan identitas budaya, tetapi juga dapat bersentuhan dengan kehidupan masyarakat.
Nilai budaya Sunda dan ekonomi kerakyatan
Pandangan tersebut diperkuat Radya Anom Keraton Sumedang Larang Rd. Luky Djohari Soemawilaga yang menilai nilai-nilai luhur budaya Sunda dapat menjadi landasan dalam membangun ekonomi kerakyatan.
“Dari perspektif nilai-nilai ekonomi yang berbasis nilai-nilai luhur Sunda adalah ekonomi gotong royong ekonomi kerakyatan, dimana tujuan ekonomi kerakyatan ini diutamakan untuk kepentingan bersama, kepentingan masyarakat atau rakyat yang lebih diutamakan,” kata Luky.
Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan dari bawah atau bottom-up, termasuk dengan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kelompok-kelompok tani.
Baca Juga: Gunung Anak Krakatau dilaporkan alami erupsi, warga cemaskan adanya dentuman berulang
Jagung hibrida untuk kelompok tani
Pengembangan jagung hibrida menjadi salah satu bentuk penerapan penguatan ekonomi masyarakat yang dibahas dalam kegiatan tersebut. Luky mengatakan komoditas tersebut didorong karena pola pertanian hingga pasar telah disiapkan.
“Kenapa kita mendorong petani untuk menanam jagung hibrida, karena kita sudah melakukan sebuah survei, melakukan sebuah perencanaan bahwa dengan penanaman jagung hibrida ini sudah terkendali hulu hingga hilir, dari penanaman hingga pembelianya sudah ada, penampungnya sudah ada, hingga sudah ada kepastian, maka kami dorong untuk menanam jagung agar petani itu kesejahteraanya ada peningkatan,” ujar Luky.