humaniora

Kisah Riris dan Ismawati di Subang, tinggal di gubuk 2x2 meter dan mandi pakai air sawah

Minggu, 3 Mei 2026 | 18:47 WIB
Riris (21 tahun) saat berada di dalam gubuk berukuran 2x2 meter yang ia tinggali bersama ibu angkatnya di Desa Pasirmuncang, Cikaum, Subang. Sabtu, 2 Mei 2026 (Dok. Istimewa)

“Tidak ada MCK, bahkan mandi dan buang air besar harus ke sawah yang ada di belakang gubuk jaraknya kurang lebih hampir 50 meteran karena harus memutar,” ungkapnya.

Hidup berdampingan dengan kandang domba

Kondisi tempat tinggal yang berdempetan dengan kandang domba juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Bau kotoran ternak menjadi hal yang harus dihadapi setiap hari.

Baca Juga: Kiai di Pati jadi tersangka pencabulan, puluhan santriwati diduga jadi korban

“Kandang domba dengan gubuk yang saya tinggali hanya berjarak sekitar 5 meter. Bau kotoran domba setiap hari dirasakan, tapi tidak ada pilihan lain,” ujar Ismawati.

Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku bergantung pada kondisi. Jika memiliki beras, ia memasak sendiri, namun tidak jarang mendapat bantuan dari tetangga.

“Masak kalau punya beras, kadang makan juga dikasih tetangga,” ucapnya.

Selain itu, ia juga sesekali menerima makanan dari sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dibagikan oleh kepala desa.

Baca Juga: Pondok Bali ditata ulang, Bupati Subang: Wisata maju tanpa mengorbankan ekosistem

“Kadang dapat MBG sisa di sekolah yang anaknya tidak masuk, suka dikasihkan ke saya,” tambahnya.

Belum ada tanggapan pemerintah kecamatan

Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Kecamatan Cikaum belum memberikan tanggapan terkait kondisi yang dialami Riris dan Ismawati.

Upaya konfirmasi kepada Camat Cikaum Agus Saepulah juga belum mendapatkan respons.***

Halaman:

Tags

Terkini