Jalan menuju lokasi tersebut belum bisa dibangun secara optimal karena sebagian lahannya disebut masih milik PTPN.
Mengolah eceng gondok jadi kompos
Tita menceritakan bahwa pada awal merintis, dirinya bersama suami hanya mengelola sampah organik.
Ia bahkan mengambil eceng gondok dari Situ Sukamelang untuk diolah menjadi kompos menggunakan mesin pencacah.
“Saya sama suami awalnya ke Situ Sukamelang. Kan banyak eceng gondoknya. Kita angkut pakai mobil tua, lalu dicacah dan dibuat kompos,” katanya.
Selain kompos, mereka juga memanfaatkan sampah organik untuk budidaya maggot. Hasil maggot tersebut kemudian diberikan kepada warga sekitar yang memelihara ayam sebagai pakan ternak.
Secara perlahan, kegiatan tersebut mulai dikenal warga dari mulut ke mulut.
Kini punya 150 nasabah
Setelah hampir satu tahun berjalan, Bank Sampah Karya Bakti Sejahtera kini memiliki sekitar 150 nasabah yang rutin menyetorkan sampah.
Nasabah tersebut tidak hanya berasal dari Kelurahan Sukamelang, tetapi juga dari wilayah lain seperti Karanganyar.
“Ada peningkatan. Dari awalnya satu dua orang, sekarang sudah 150 yang terdata. Bahkan ada yang dari luar kelurahan,” kata Tita.
Baca Juga: Surat haru BCL untuk Vidi Aldiano, titip salam untuk Ashraf dan kuatkan Sheila Dara
Dalam sehari, rata-rata lima hingga sepuluh orang datang menyetor sampah. Untuk warga yang berada cukup jauh, Tita menjemput sampah menggunakan sepeda listrik maupun becak.