Menurut Manda, sikap berbagi hasil kebun bukan kali pertama ia temui di Aceh. Ia menyebut, warga kerap memberikan buah tangan kepada tamu, terutama saat musim panen.
“Sebenernya bukan kali ini aja sih, kalau kalian ke Aceh saat musim buah, itu warga akan berbondong-bondong ngasih kalian oleh-oleh, apapun itu,” tuturnya.
Baca Juga: Viral siswi kelas 2 SD minta MBG diganti uang Rp15 ribu saat Ramadan
Ia menyebut berbagai hasil kebun seperti durian, jengkol, rambutan, jeruk nipis, langsat, hingga manggis sering diberikan secara cuma-cuma.
Padahal, hasil panen tersebut sejatinya bisa dijual untuk menambah pemasukan warga.
Kondisi Geudumbak pascabencana
Desa Geudumbak menjadi salah satu wilayah terdampak parah saat banjir dan longsor melanda pada akhir November 2025. Air bah membawa kayu gelondongan hingga merusak banyak rumah warga.
Belum lama ini, tumpukan kayu di desa tersebut juga sempat terbakar, diduga akibat cuaca panas. Manda dalam videonya turut menyinggung banyaknya kayu gelondongan yang terbawa arus.
Baca Juga: Presiden Prabowo terbang ke Amerika Serikat, dijadwalkan bertemu Presiden Trump
“Di sana banyak kayu gelondongan, ini kayu gelondongan hasil tangan manusia. Mereka yang berulah, kami yang kena imbasnya,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan bantuan untuk 15.789 Kepala Keluarga (KK) di Provinsi Aceh dengan total sekitar Rp341,7 miliar.
Bantuan tersebut mencakup perbaikan 8.796 rumah rusak ringan dan 6.993 rumah rusak sedang di sembilan kabupaten/kota.
Kisah sekantong jeruk nipis dari Geudumbak menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, semangat berbagi dan kepedulian tetap tumbuh di hati masyarakat.***