Bantuan jadi penguat psikologis korban
Bagi para korban, bantuan kemanusiaan tidak hanya berarti sandang dan pangan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian yang memberi harapan di masa sulit.
Senyum yang terpancar dari para ibu pengungsi tersebut mencerminkan upaya mereka untuk tetap kuat di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera pun kini mulai memasuki fase transisi menuju pemulihan.
BNPB: Enam Wilayah Masuk Fase Transisi Pemulihan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, sejumlah wilayah administratif di Aceh telah memasuki fase transisi darurat ke pemulihan.
Pos Pendamping Nasional (Pospenas) yang dikoordinasikan BNPB mencatat, enam wilayah telah resmi berada pada status transisi darurat ke pemulihan, yakni Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil, Kota Langsa, dan Kota Lhokseumawe.
Sementara itu, satu wilayah lainnya, Kabupaten Aceh Besar, masih dalam proses penetapan status transisi. Adapun status tanggap darurat Provinsi Aceh dijadwalkan berakhir pada 8 Januari 2026.
Sebelas wilayah masih perpanjang tanggap darurat
Dalam keterangan resminya, BNPB juga menyebutkan terdapat 11 wilayah yang masih memperpanjang status tanggap darurat, yaitu Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.
“Melalui status transisi, beberapa wilayah bersiap untuk memulai proses pemulihan,” ujar BNPB dalam keterangan resminya pada 1 Januari 2026.
Baca Juga: Influencer Sherly Annavita bongkar teror di rumahnya, mobil dicoret dan dilempar telur busuk
Fokus pemulihan meliputi penyediaan hunian sementara (huntara), penyiapan dana tunggu hunian, pelayanan dasar di pos pengungsian, perbaikan infrastruktur vital, serta pendistribusian bantuan.