“Buat bapak dan ibu, tolong lihat kami. Kami di Sitahuis sedang berduka karena longsor, bahan makanan di sini sudah tidak ada,” ujar warga tersebut dengan nada memohon.
Baca Juga: Ringankan beban ojol, Polres Subang sediakan Makan Siang Gratis setiap hari kerja
Ia menambahkan bahwa warga yang hendak mengambil bantuan harus melewati kawasan hutan karena jalur utama tidak bisa dilalui kendaraan.
Delapan desa masih terisolasi
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah per Rabu, 17 Desember 2025, bencana banjir dan longsor telah menelan 131 korban meninggal dunia, sementara 41 orang lainnya masih dalam pencarian.
BPBD juga mencatat jumlah pengungsi mencapai 10.887 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan.
Dari sisi aksesibilitas, baru dua wilayah yang akses jalannya berhasil diperbaiki, yakni Desa Hudopa Nauli dan Kelurahan Sipange.
Sementara itu, delapan desa lainnya masih terisolasi, yaitu Desa Bonan Dolok, Saur Manggita, Sait Kalangan 2, Sibiobio, Sialogo, Naga Timbul, Simaninggir, serta Kelurahan Simaninggir.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata betapa beratnya perjuangan warga di wilayah terdampak bencana, di mana untuk sekadar mendapatkan beras dan kebutuhan pokok, mereka harus mengorbankan tenaga dan waktu dengan berjalan kaki berjam-jam.***