“Kami masih menunggu hasil pendalaman satgas,” tutup Dewi.
Desakan HIMA sosiologi untuk bertindak tegas
Sikap keras juga datang dari Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Unud, yang menuntut pihak fakultas dan universitas menindak tegas tanpa kompromi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam perundungan.
“HIMASOS menuntut agar Fakultas FISIP dan Satgas PPK Universitas Udayana segera mengambil tindakan tegas dan tanpa kompromi terhadap mahasiswa yang terlibat dalam ucapan nir-empati,” tulis HIMASOS melalui akun Instagram resminya @himasosudayana pada Jumat, 17 Oktober 2025.
Dalam pernyataan tersebut, HIMASOS juga menegaskan dukungan penuh terhadap keluarga almarhum.
“Kami mendukung penyelesaian dan klarifikasi atas segala ketidakjelasan informasi yang beredar terkait kepergian saudara kami, Timothy Anugerah Saputra,” tulisnya.
Kenangan sahabat dan luka yang tertinggal
Dalam unggahan akun @lambegosiip pada Sabtu, 18 Oktober 2025, sejumlah sahabat Timothy membagikan video kenangan saat ia mendapatkan apresiasi di kelas.
“Ini waktu Timmy dapat apresiasi di kelas, kita semua kangen kamu Timmy,” tulis seorang sahabatnya.
Baca Juga: KPK respons isu mark up proyek Whoosh usai Mahfud MD ungkap perbedaan hitungan Indonesia dan China
Cuplikan itu memperlihatkan suasana penuh tawa di ruang kelas, kontras dengan suasana duka yang kini menyelimuti kampus.
Tragedi kematian Timothy yang dibayangi praktik perundungan kini menjadi momentum bagi publik dan dunia pendidikan untuk kembali menegaskan komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, empatik, dan bebas kekerasan.***