humaniora

CERPEN: Kupu-kupu hitam di langit Teheran

Minggu, 22 Juni 2025 | 23:02 WIB
Ilustrasi - Kupu-kupu hitam di langit Teheran

"Mereka datang," bisiknya pada dinding kosong, yang tiba-tiba memunculkan ilusi wajah-wajah Syiah yang tersenyum pahit.

Baca Juga: Reuni Peterpan kian dekat? akun misterius picu spekulasi, publik bertanya: Akankah Ariel kembali?

"Dengan Massive Ordinance Penetrator. Dengan rudal Tomahawk. Mereka pikir bisa menghancurkan inti dari jiwa kami."

Di Pasifik, pesawat-pesawat B-2 Spirit—bukan pesawat, melainkan bayangan-bayangan yang terbang di antara realitas, meluncur di atas samudra yang memantulkan langit yang tak berujung.

Setiap mesinnya berbisik dengan suara MYTEE11 FLT dan MYTEE21 FLT, kode-kode yang hanya dimengerti oleh para dewa perang dan pelacak penerbangan yang matanya tak pernah berkedip.

Mereka tidak membawa bom, melainkan janji. Janji kehancuran yang terbungkus dalam keheningan teknologi siluman.

Baca Juga: Emak-emak militan dari Bandung turut ramaikan Aksi Bela Palestina di Subang

Trump tertawa, tawa yang kering dan kasar, seperti kaktus yang batuk di gurun.

"Opsi," katanya, menunjuk ke arah Netanyahu yang bayangannya kini melingkar seperti ular di sekelilingnya. "Ini tentang opsi. Ini tentang memberi mereka opsi untuk menghilang."

Netanyahu mengangguk dalam diam, bayangan jenggotnya menari-nari di permadani. Di matanya yang kosong, tercermin kilatan rudal yang belum meluncur, ledakan yang belum terjadi.

Khamenei meneguk tehnya. Rasa pahitnya menyengat, seperti takdir yang tak terhindarkan. Ia tahu B-2 bukanlah sekadar besi dan sayap.

Baca Juga: Bupati Subang tegaskan dukungan total untuk Palestina: Subang tidak diam!

Ia adalah inkarnasi dari ketakutan. Ketakutan yang ingin menembus dinding-dinding iman yang paling dalam.

"Mereka ingin menahan," bisik Khamenei, kini pada bisikan angin yang masuk melalui jendela tanpa kaca. "Menahan apa? Jiwa kami? Keyakinan kami?"

Di langit Iran, kedua bulan kembar yang tadi malam tampak di Jakarta, kini muncul, tapi dengan warna merah darah. Mereka tidak memancarkan cahaya, melainkan semacam denyutan.

Halaman:

Tags

Terkini