GENMILENIAL.ID — Dua bulan telah berlalu sejak banjir bandang dan tanah longsor menerjang sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2025.
Namun, bagi warga terdampak, kenangan mencekam saat air mulai menggenangi rumah masih membekas kuat hingga hari ini.
Salah satunya dialami warga Pidie Jaya, Aceh, yang menceritakan detik-detik bertahan hidup ketika banjir melanda kawasan tempat tinggalnya.
Kisah pilu itu dibagikan melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @robi16.official, dan kembali menyita perhatian publik.
Baca Juga: Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km
Bertahan di atap rumah, menahan lapar dan haus
Dalam video tersebut, warga menceritakan bagaimana dirinya bersama keluarga harus bertahan di atas rumah saat air terus naik.
Selama beberapa hari, mereka tidak memiliki akses makanan maupun air minum.
“Tiga hari kami nggak minum, udah lapar semua ini, anak-anak udah nangis-nangis,” ujar warga tersebut, dikutip Selasa, 27 Januari 2026.
Anak-anak yang ikut menyelamatkan diri pun terpaksa menahan lapar dalam kondisi tubuh yang semakin melemah.
Baca Juga: Viral warga Kudus berangkat kerja naik perahu saat banjir, warganet nostalgia film Heart
“Dibilang anak-anak pening, padahal dia lapar. Bilangnya sakit kepala,” sambungnya.
Air terlalu dalam, tak bisa menampung air hujan
Warga juga mengaku tidak bisa turun untuk mencari air maupun menampung air hujan. Ketinggian air saat itu membuat mereka terjebak di atas rumah tanpa bantuan.
Artikel Terkait
55 Hari pascabanjir, rumah warga Pidie Jaya masih tertimbun lumpur: Sebulan lagi Ramadan
Meski jadi korban banjir, warga Pidie Jaya ini tetap masak di dapur umum: Kami iba kalau nggak ada yang masak
Cerita warga Meureudu Pidie Jaya saat banjir datang: Buka pintu, air langsung masuk
Perjuangan warga Dusun Sarah Raja Aceh Utara, dua bulan pascabanjir masih tanpa listrik dan air bersih
Ki Maher: Bencana tak lagi bisa diprediksi, saatnya manusia kembali menjaga alam
Petani Aceh Utara tetap menanam padi meski lumpur setinggi pinggang
Dua bulan pascabanjir, warga Aceh Tamiang masih krisis air bersih, harus jalan lebih dari 1 km