Meski tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, polisi belum membeberkan secara lengkap bagaimana dugaan penggelapan uang tersebut dilakukan.
Putu mengatakan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa untuk mendapatkan konstruksi perkara secara utuh.
Polisi juga masih mencocokkan keterangan yang diperoleh dari para saksi dan tersangka dengan bukti yang telah dikumpulkan.
“Masih didalami dan dirangkai persesuaian keterangan antara saksi dan antar tersangka dengan bukti-bukti yang ada,” tandasnya.
Dengan demikian, detail mengenai modus penggelapan serta bagaimana uang Rp1,28 miliar tersebut dapat diambil masih menjadi bagian dari penyidikan.
Vilmei sebelumnya ungkap uang hilang
Sebelum polisi menetapkan tiga tersangka, Vilmei telah lebih dulu melaporkan dugaan penggelapan uang tersebut.
Ia mengaku kehilangan uang dalam jumlah besar yang berasal dari akun TikTok miliknya.
Melalui akun Instagram @vilmei, Vilmei juga sempat membagikan video ketika dirinya berusaha mencari pihak yang diduga mengambil uang tersebut.
Dalam video itu, Vilmei mengaku telah memiliki bukti terkait penarikan uang dari rekeningnya.
“Hari ini aku sedih, pusing banget salah satu karyawan aku ada yang ambil uang Rp1.282.915.000, salah satu yang ada di sini,” terang Vilmei.
Ia kemudian mengumpulkan delapan karyawan yang selama ini disebut kerap memegang akun TikTok miliknya.
Artikel Terkait
Kejagung copot Kajari Jakbar Hendri Antoro, terseret dugaan penggelapan barang bukti Rp23,9 miliar
Tersangka penggelapan dana konser TWICE, bos Mecimapro ditahan saat refund Day6 masih tertunda
Tinggalkan lokasi bencana di Aceh Tamiang, influencer Vilmei terisak dikuatkan warga: Jangan nangis, kami bahagia
Polisi tangkap pelaku penggelapan mobil blind van Rp203 juta di Subang, ternyata karyawan perusahaan
Ngaku dibegal, akuntan SPPG di Aceh Utara diduga rekayasa kasus demi tutupi penggelapan Rp59 juta
Data 1 juta transaksi ungkap masalah kesehatan karyawan, Halodoc tawarkan solusi terintegrasi dari AI hingga pendampingan RS
Karyawan resto ayam di Jaksel diduga ejek anak disabilitas, berujung minta maaf dan dipecat