Qatar blokir Roblox, isu keselamatan anak jadi sorotan global

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:26 WIB
Ilustrasi game online anak-anak Roblox yang kini diblokir di Qatar (Freepik.com)
Ilustrasi game online anak-anak Roblox yang kini diblokir di Qatar (Freepik.com)

 

GENMILENIAL.ID - Qatar resmi memblokir akses ke platform game populer Roblox. Meski aplikasi masih tersedia di Apple App Store dan Google Play Store, pengguna di Qatar kini tidak bisa masuk ke dalam game.

Aplikasi mobile menampilkan pesan 'tidak ada jaringan internet,' sedangkan versi web memberi keterangan situs tidak dapat diakses.

Hingga kini, pemerintah Qatar belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait alasan pemblokiran.

Roblox sebelumnya juga sempat diblokir di beberapa negara Asia lain, seperti China, Turki, dan Oman, dengan alasan perlindungan anak dari konten kekerasan dan risiko eksploitasi.

Baca Juga: Royalti lagu, ruang abu-abu yang meresahkan publik dan pelaku usaha

Konten yang rawan bagi anak-anak ini membuat sejumlah pemerintah menilai langkah pembatasan perlu dilakukan demi menjaga keselamatan generasi muda.

Di Indonesia, isu serupa pernah mencuat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, secara terbuka melarang anak-anak bermain Roblox karena mengandung adegan kekerasan.

Ia menekankan anak usia sekolah dasar belum sepenuhnya mampu membedakan adegan nyata dan rekayasa, sehingga mudah meniru perilaku yang mereka lihat di game.

“Kalau di game itu dibanting, itu kan tidak apa-apa. Tapi kalau dia main dengan temannya kemudian temannya dibanting, kan jadi masalah,” ujarnya saat kegiatan Kick-off Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di Jakarta, 4 Agustus 2025.

Baca Juga: MA kembali tolak PK Jessica Kumala Wongso dalam kasus kopi sianida

Mu’ti menekankan pentingnya literasi digital sejak dini dan pendampingan orang tua agar anak menggunakan gawai untuk hiburan sekaligus edukasi.

Langkah Qatar menambah daftar panjang negara yang membatasi Roblox, menunjukkan isu keselamatan anak di ranah digital kini menjadi perhatian global.

Ke depan, pendampingan orang tua, regulasi yang jelas, dan kesadaran literasi digital menjadi kunci untuk memastikan anak-anak tetap bisa mengakses hiburan digital secara aman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X