GENMILENIAL.ID — Bulan suci Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi perhatian serius dunia pendidikan terhadap potensi kenakalan remaja seperti perang sarung dan tawuran yang kerap meningkat pada malam hari.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Negeri 6 Subang, Ucu, S.S., menyoroti fenomena tersebut saat membahas kegiatan siswa selama Ramadan.
Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa yang harus dimanfaatkan siswa untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk karakter disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Lubang raksasa di Aceh Tengah makin melebar, jalan alternatif warga ditutup total
Menurutnya, sekolah tidak sekadar mengurangi jam belajar, tetapi justru menjadikan Ramadhan sebagai momen strategis pembentukan karakter.
Tadarus, solawat, dan literasi Ba Bi Bu
Di SMP Negeri 6 Subang, kegiatan Ramadhan dirancang sesuai kurikulum yang telah disusun. Pada hari tertentu, siswa memulai aktivitas dengan tadarus Al-Qur’an, solawat, serta salat duha bersama.
Pada hari lainnya, sekolah menggelar kegiatan literasi berbasis metode Ba Bi Bu (Baca, Bicarakan, Buat Ulasan).
Ba berarti siswa membaca buku cerita Islami yang dibawa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan.
Bi adalah tahap membicarakan isi bacaan dengan teman sebangku untuk saling berbagi pemahaman dan masukan.
Bu merupakan tahap membuat ulasan tertulis berdasarkan hasil bacaan dan diskusi.
Metode ini bertujuan membangun budaya literasi sekaligus memperkuat nilai spiritual siswa selama Ramadan.
Waspada perang sarung dan tawuran