GENMILENIAL.ID — Banjir yang melanda wilayah Pantura Kabupaten Subang tak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga berdampak serius pada dunia pendidikan.
Sedikitnya 36 sekolah tingkat SD hingga SMP terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka akibat genangan air yang belum surut.
Hujan berintensitas tinggi yang terjadi dalam sepekan terakhir membuat sejumlah sekolah di wilayah pesisir utara Subang terendam banjir dengan ketinggian bervariasi.
Baca Juga: Terobos banjir, polisi di Pamanukan gotong keranda jenazah warga
Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar di kelas tak memungkinkan untuk dilaksanakan secara normal.
KBM dialihkan ke daring demi keselamatan siswa
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Heri Sopandi, mengatakan pihaknya langsung mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring bagi sekolah terdampak banjir.
“Kami mengimbau seluruh satuan pendidikan yang terdampak banjir agar meliburkan siswa dan mengganti pembelajaran dengan sistem daring. Ini demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik,” ujar Heri, Selasa 27 Januari 2026.
Ia menegaskan, sekolah tidak diperkenankan memaksakan kegiatan tatap muka jika kondisi lingkungan belum memungkinkan.
“Selama masih tergenang, pembelajaran dilakukan secara daring. Guru diminta tetap aktif memantau perkembangan siswa dari rumah melalui media pembelajaran yang ada,” jelasnya.
Puluhan sekolah terendam, aktivitas belajar terganggu
Banjir melanda sejumlah kecamatan di wilayah Pantura Subang, mulai dari Pamanukan, Legonkulon, Pusakanagara, hingga Pusakajaya.
Puluhan sekolah terpaksa menghentikan KBM tatap muka karena ruang kelas terendam air dan akses menuju sekolah terganggu.