Namun, DLH sadar, pembangunan fisik saja tak cukup. Dibutuhkan 'mental baja' dari masyarakat untuk ikut menjaga, merawat, dan mengubah pola pikir terhadap sampah.
Pelatihan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT. Pertamina EP, PT. CP Industrial Estate, dan CV. Global Enviro.
Camat Compreng, Babinsa TNI AD, dan Babinkamtibmas Polri juga hadir langsung, memberikan pesan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan langkah kecil, kolaboratif, dan berkesinambungan, Subang sedang menapaki jalur baru: menjadikan komunitas sebagai garda depan pengelolaan sampah, bukan hanya penerima kebijakan.***