edukasi

Tiga peristiwa penting di bulan Bung Karno yang perlu diketahui oleh milenial dan Gen Z, termasuk ajaranya!

Rabu, 26 Juni 2024 | 04:18 WIB
Anja Hawari Fasya, Direktur Madrasah Pemikiran Bung Karno

GENMILENIAL.ID - Bulan Juni disebut sebagai bulannya Presiden Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno atau lebih akrab dipanggil Bung Karno.

Pada bulan ini memuat beberapa tanggal dan peristiwa penting yang terjadi, seperti hari lahirnya pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni.

Kemudian tanggal lahirnya Bung Karno di Paneleh, 6 Juni 1901 dan wafatnya presiden pertama Indonesia tersebut pada 21 Juni 1970 di RSPAD Gatot Subroto yang selanjutnya di makamkan di Blitar, Jawa Timur.

Direktur Madrasah Pemikiran Bung Karno, Anja Hawari Fasya mengatakan bahwa dalam konteks saat ini meskipun Soekarno telah wafat namun bagaimana ajaran-ajaran Bung Karno tetap hidup.

Baca Juga: Pj. Bupati Subang ikuti rapat koordinasi dengan Mendagri, ini 5 topik utama yang dibahas, salah satunya terkait penanganan kemiskinan ekstrem

“Dalam konteks sekarang, bagaimana ajaran-ajaran Soekarno itu jangan sampai menjadi fosil, kita menolak pemosilan ajaran-ajaran bung Karno,” kata Anja.

Maka dari itu, mengenalkan nilai-nilai ajaran Soekarno pada generasi saat ini merupakan sesuatu hal yang mesti perlu dilakukan.

“Bung Karno itu ajaranya tiga, pertama berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan dan Soekarno ini menitikberatkan semangat gotong royong,” tambahnya.

Disamping itu, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara hal yang paling penting adalah menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada kaum muda saat ini.

Baca Juga: Hadapi PON Aceh-Sumut 2024, 21 atlet dan pelatih muaythai Jabar lakukan training camp di Thailand

“Bagaimana kita bicara kebangsaan, kebangsaan ini sebagai elemen penting tentunya,” kata Anja.

“Kebudayaan yang sangat multikultural itu diperlukan nilai-nilai kebangsaan, supaya tidak ada pemerintahan yang berdasarkan teokrasi,” tambahnya.

Lanjut Anja, bangsa Indonesia memiliki beragam ras, suku, agama dan ada 17.508 pulau dengan etnis yang beragam.

“Ini perlu satu gagasan yang dapat mempersatukan, itulah kebangsaan (nasionalisme), kebangsaan ini perasaan satu nasib, perasaan satu derita,” terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini