GENMILENIAL.ID - 54 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 21 Juni 1970, Bangsa Indonesia telah berduka dengan meninggalnya Sang Proklamator Kemerdekaan, Founding Fathers bangsa Indonesia, Ir Soekarno.
Selain soal jasanya yang begitu besar terhadap berdirinya bangsa Indonesia, Soekarno juga mewariskan nilai-nilai ajaran yang hingga kini cukup familiar dikalangan tokoh-tokoh pergerakan dan anak-anak muda Indonesia.
Direktur Madrasah Pemikiran Bung Karno, Anja Hawari Fasya mengatakan bahwa Soekarno memiliki kecerdasan spasial atau kamampuan menyederhanakan bahasa, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat umum saat itu.
Baca Juga: Super sibuk, kapan waktu yang tepat untuk bisa membaca novel?
“Bung Karno berbeda dengan Founding Fathers lainya, misalkan Sutan Syahrir idenya tentang humanisme, kecerdasanya memang sangat tinggi, tapi dalam konteks saat itu susah sekali dipahami oleh masyarakat,” kata Anja Hawari Pasha pada GenMilenial.id Jumat, 21 Juni 2024.
Anja pun menuturkan bahwa Soekarno tidak sekolah atau kuliah keluar negeri, ia mengenyam pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau sekarang ITB yang berada di Bandung.
“Bung Karno ini orangnya tidak pernah bersekolah keluar negeri, berbeda dengan Bung Hatta, ia asli pribumi kuliah di ITB dan di mentor oleh H.O.S Tjokroaminoto dia memahami bagaimana penderitaan rakyat,” ujarnya.
Lanjut Anja, selain membaca buku, Soekarno muda juga turun kepada masyarakat, untuk melihat kondisi kehidupan masyarakat saat itu.
Baca Juga: 10 Tips membuat content marketing yang menarik
Lelaki yang dikenal sebagai pegiat literasi di Kabupaten Subang ini juga menyebut bahwa momen-momen hari besar Soekarno termasuk haul yang ke-54 ini penting untuk diperingati, agar ruh pemikiran bung Karno tetap hidup.
“Bung Karno ini dipahami bukan hanya sebagai pahlawan biasa, tapi dia juga peletak ideologi negara bersama Founding Fathers kawan-kawan lainya,” terangnya.
Selain sebagai peletak dasar ideologi negara, Soekarno juga merupakan Presiden pertama bangsa Indonesia yang ditemai oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta.
“Dia (Soekarno) memiliki spirit juang kebangsaan yang saat itu bersama kawan-kawan lainya hebat,” ujarnya.
Baca Juga: Apakah penulis merupakan seorang introvert?