Guru dapat memberikan perhatian lebih pada setiap siswa, sehingga pembelajaran lebih efektif.
d. Memperkuat identitas lokal
Siswa yang bersekolah di sekolah terdekat akan lebih terikat dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini dapat memperkuat identitas lokal dan rasa kebersamaan di antara siswa dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Hari libur, Kejari Subang tetap gelar final olahraga dalam rangkaian HUT Adhiyaksa ke 63
4. Tantangan implementasi
Meskipun sistem zonasi membawa banyak manfaat, implementasinya juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk:
a. Ketimpangan kualitas sekolah
Tidak semua sekolah negeri memiliki kualitas yang sama, dan ada beberapa sekolah yang kurang diminati.
Hal ini menyebabkan calon siswa berlomba-lomba memasuki sekolah-sekolah favorit, meninggalkan sekolah lain dengan tingkat siswa yang rendah.
b. Persepsi negatif
Terdapat persepsi negatif dari sebagian masyarakat bahwa sistem zonasi dapat mengurangi kebebasan memilih sekolah dan 'memaksa' siswa untuk bersekolah di lokasi yang tidak mereka inginkan.
c. Penyesuaian masyarakat
Masyarakat perlu beradaptasi dengan sistem baru ini, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan sistem PPDB sebelumnya yang lebih mengutamakan hasil tes atau prestasi akademik.
Sistem zonasi dalam PPDB merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan akses dan keadilan pendidikan di Indonesia.
Artikel Terkait
Perkenalkan Resko Band ke pelajar, AKBP Sumarni dorong Generasi Zilenial untuk punya karya dan kreatif
Usia Golden Age anak, membangun pondasi unggul untuk masa depan
Golden Age anak, masa keemasan yang menentukan masa depan
Kurikulum merdeka, pendidikan masa depan untuk kemandirian siswa
Pentingnya pendidikan seks bagi remaja, membangun kesadaran, pengetahuan dan kesehatan seksual
Pendidikan seks bagi remaja, melangkah menuju masa depan yang sehat dan bertanggung jawab
Yayasan Mabdaul Ulum gelar rapat koordinasi bahas program tingkatkan kompetensi peserta didik