Sistem zonasi dalam PPDB, meningkatkan akses dan keadilan pendidikan

photo author
Abdul Rouf, Genmilenial
- Rabu, 19 Juli 2023 | 22:52 WIB
Pelajar di Kabupaten Subang
Pelajar di Kabupaten Subang

Guru dapat memberikan perhatian lebih pada setiap siswa, sehingga pembelajaran lebih efektif.

d. Memperkuat identitas lokal

Siswa yang bersekolah di sekolah terdekat akan lebih terikat dengan lingkungan dan masyarakat sekitar. Ini dapat memperkuat identitas lokal dan rasa kebersamaan di antara siswa dan masyarakat setempat.

Baca Juga: Hari libur, Kejari Subang tetap gelar final olahraga dalam rangkaian HUT Adhiyaksa ke 63

4. Tantangan implementasi

Meskipun sistem zonasi membawa banyak manfaat, implementasinya juga menghadapi beberapa tantangan, termasuk:

a. Ketimpangan kualitas sekolah

Tidak semua sekolah negeri memiliki kualitas yang sama, dan ada beberapa sekolah yang kurang diminati.

Hal ini menyebabkan calon siswa berlomba-lomba memasuki sekolah-sekolah favorit, meninggalkan sekolah lain dengan tingkat siswa yang rendah.

b. Persepsi negatif

Terdapat persepsi negatif dari sebagian masyarakat bahwa sistem zonasi dapat mengurangi kebebasan memilih sekolah dan 'memaksa' siswa untuk bersekolah di lokasi yang tidak mereka inginkan.

Baca Juga: Turut hadir pawai obor 1 Muharram, Kang Lukmantias sampaikan pesan persatuan umat Islam di Kabupaten Subang

c. Penyesuaian masyarakat

Masyarakat perlu beradaptasi dengan sistem baru ini, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan sistem PPDB sebelumnya yang lebih mengutamakan hasil tes atau prestasi akademik.

Sistem zonasi dalam PPDB merupakan langkah maju dalam upaya meningkatkan akses dan keadilan pendidikan di Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rouf

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X